Menelanjangi Museum Mandiri

Bagi yang sering jalan-jalan ke kota tua Jakarta, pasti sering melewati museum ini. Lokasinya sangat strategis. Tepat di seberang halte busway Kota atau tepat di samping gedung bank Indonesia yang juga dijadikan museum. Inilah museum Bank Mandiri. Museum ini membawa saya kembali ke masa lalu menyelami seluk beluk dunia perbankan tempo doeloe.

Museum ini dulunya adalah kantor NV Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) / PT Perusahaan Dagang Belanda. Dibangun pada tahun 1929 dengan gaya arsitektur Art Deco klasik. NHM akhirnya berubah dari perusahaan dagang menjadi perusahaan perbankan. Pada masa kemerdekaan NHM dinasionalisasi menjadi  Bank Koperasi Tani & Nelayan, lalu berubah nama menjadi Bank Ekspor Impor tahun 1968. Pada tahun 1999 Bank Exim digabung bersama tiga bank lain yaitu Bank Dagang Negara (BDN), Bank Bumi Daya (BBD) dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo) ke dalam Bank Mandiri (1999). Akhirnya gedung tersebut dikuasai oleh Bank Mandiri.

Masuk ke museum ini gratis untuk pelajar, mahasiswa dan nasabah Bank Mandiri. Untuk kalangan umum cukup dengan menunjukkan ATM Mandiri atau buku tabungan Mandiri. Semua barang bawaan kecuali kamera dan barang berharga harus dititipkan.

 

Setelah menitipkan saya disambut oleh sepasang patung berwujud satpam tempo dulu. Mereka menyandang senjata laras panjang. Saya terbayang bahwa zaman dulu bank mungkin tempat yang kurang aman sehingga petugas keamanan dilengkapi dengan senjata api.

 Hal pertama yang tertangkap indera tentang museum ini adalah sangat megah dan terawat. Selain itu gedung museum ini luas sekali. Sekali kunjungan tidak cukup membuat saya bisa mengelilingi semua isi museum saking luasnya hehehe.

Di ruang utama terdapat meja-meja panjang yang dulu dipakai oleh para teller. Patung-patung manekin para pegawai bank menambah kuat nuansa jadul. Papan petunjuk ruangan ditulis besar-besar dalam bahasa Belanda. Jangan tanya artinya ya, saya tidak paham hehe. Koleksinya banyak sekali. Ada kalkulator kuno, mesin ketik kuno, buku kas umum yang superbesar memperkuat nuansa tempo doeloe.

 

Beranjak ke belakang salah satu ruangan yang cukup menarik adalah ruangan direktur bank. Ada patung-patung yang menggambarkan suasana di ruang direksi tempo dulu. Perabot dan mebelnya masih asli. Termasuk sebuah lemari es yang terbuat dari kayu.

 

Di sebelah kiri dipamerkan berbagai jenis mesin ketik, mesin ATM, sampai dengan pakaian satpam dan peralatannya, pakaian pegawai bank Mandiri dari jaman dulu sampai sekarang. Di sebelah kanan dipamerkan aneka jenis produk dan reklame bank-bank anggota bank Mandiri sebelum merger.

   

Untuk menuju lantai dua dulu orang biasanya naik lift. Lift yang terbuat dari kayu ini sekarang tidak difungsikan lagi. Menuju lantai dua terdapat hiasan kaca patri berwarna-warni. Di lantai dua terdapat ruangan yang dulu dipakai sebagai ruang rapat direksi. Dipamerkan juga foto-foto direktur Bank Mandiri dari zaman Belanda (NHM) sampai saat ini. Ada juga peragaan sepasang nasabah yang hendak menyimpan uangnya. Pada jaman dulu setiap teller ditemani dengan seorang satpam dengan senapan. 

Bukan itu saja, disini kita bisa menelanjangi rahasia paling rahasia dari bank yaitu tempat penyimpanan uang dan surat berharga. Tempat penyimpanan tersebut berada di lantai bawah tanah museum. Disini dipamerkan contoh laci tempat penyimpanan surat berharga dan aneka brankas dan peti tempat penyimpanan uang dan benda-benda berharga seperti emas dan perhiasan lain. Sebuah kotak mirip peti jenazah rupanya dipakai sebagai tempat penyimpanan uang.

  

Saking banyaknya brankas dengan aneka jenis, beraneka jenis juga kuncinya. Seperti gambar di bawah ini. Brankas-brankas itu dijaga dalam ruangan-ruangan berjeruji saking ketatnya pengamanan. Setiap brankas mempunyai kode sendiri-sendiri. Kunci menuju jeruji juga berlapis-lapis. Terbayang kan susahnya jika mau merampok bank.

  

Berkunjung ke museum ini, membuka cakrawala berpikir kita tentang uniknya sistem perbankan jaman dulu.

Museum Bank Mandiri
Jl. Lapangan Stasiun No. 1 Jakarta Barat
Buka : Selasa-Minggu, kecuali hari libur nasional
Jam : 09.00 – 16.00
Tiket : Umum : Rp 2.000,- 
Anak-anak, pelajar, mahasiswa dan nasabah Bank Mandiri : Gratis (membawa ATM / Buku Tabungan Mandiri)

Iklan

2 comments

  1. keren ni musium, pernah kesini, and jadi tahu kalau yang namanya buku besar itu benar – benar besar dan tebel 😐 kirain namanya doang 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s