Istiqlal yang Monumental

Beberapa lama saya tinggal di Jakarta saya belum pernah ke Istiqlal, masjid terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Oleh karena itu, saya mengajak Indra kawan saya untuk ke Istiqlal. Dari kosan saya naik angkot ke Blok M, lalu sambung busway jurusan Kota turun di halte Monas. Saya menuju Monas terlebih dahulu sebelum ke Istiqlal. Masjid ini terletak tidak jauh dari Istana Merdeka, Monas dan Gereja Kathedral.

 

Karena masjid Istiqlal itu guede banget, ada tujuh pintu masuk menuju masjid Istiqlal. Pintu utama ada tiga dan pintu tambahan ada empat. Semuanya diberi nama menurut al Husna (nama-nama Alloh). Yang dibuka setiap hari adalah pintu Al Fattah (pembuka) yang berhadapan dengan gereja Katedral. Sedangkan pintu As Salam (perdamaian) hanya dibuka untuk tamu VIP , pintu selanjutnya adalah pintu Ar Rozzaq (rizki). Di samping tiga pintu utama terdapat pintu tambahan yaitu pintu Al Quddus (kesucian), pintu Al Ghaffar (ampunan), pintu Ar Rahman (pengasih) dan satu pintu VVIP untuk presiden, wakilnya serta tamu negara yaitu pintu Al Malik (raja).

Lahan tempat dibangunnya masjid Istiqlal adalah sebuah taman bernama Wilhelmina. Di taman itu terdapat puing sisa benteng Belanda bernama Prins Frederick yang dibangun tahun 1837. Ide lokasi pembangunan Istiqlal sebagai masjid negara datang dari Bung Karno. Menurut beliau, masjid negara harus berada dekat Istana Negara dan lapangan Monas sebagai halaman negara. Selain itu lokasi masjid Istiqlal bersebelahan dengan gereja Kathedral sehingga bagus untuk contoh persatuan dan toleransi beragama.

Uniknya, arsitek masjid Istiqlal adalah Frederich Silaban yang beragama Kristen. Dia memenangkan sayembara untuk merancang model masjid Istiqlal. Pembangunan masjid ini berlangsung bertahap. Dimulai tahun 1951 dan selesai tahun 1978. Masjid ini menjadi perbincangan dunia karena dikunjungi oleh presiden Amerika Obama dan istrinya Michelle Obama pada tahun 2010. Beberapa tamu negara yang pernah kesini antara lain presiden Bill Clinton dan pangeran Charles dari Inggris

Dinding teras masjid

Arsitektur Istiqlal sangat modern. Sepertinya tidak mencerminkan budaya Indonesia. Lebih mengangkat nilai-nilai modern dan Islami. Istiqlal terdiri dari sebuah bangunan utama, bangunan tambahan, selasar dan menara. Bangunan utama terdiri terdiri dari lantai dasar dan lantai atas. Lantai dasar merupakan tempat bersuci dan lantai atas dipakai untuk shalat. Bangunan tambahan yang berukuran lebih kecil berfungsi sebagai tangga menuju bangunan utama.

Ada banyak sekali tempat berwudhu dan kamar mandi disini. Kamar mandinya cukup minimalis sedangkan tempat wudhunya berbentuk melingkar. Berbeda dengan masjid kebanyakan yang bentuknya cenderung memanjang. Setelah berwudhu di lantai bawah saya melalui tangga menuju lantai atas.


Masjid Istiqlal dilihat dari puncak Monas

Di atas bangunan utama terdapat kubah raksasa berukuran diameter diameter 45 meter. Melambangkan angka tahun kemerdekaan Indonesia 1945. Kubah ini ditopang oleh 12 tiang di ruang shalat. Melukiskan tanggal kelahiran nabi Muhammad saw yaitu 12 Rabiul Awwal, juga melambangkan 12 bulan dalam kalender Islam dan Masehi) dalam satu tahun. Pada bangunan tambahan terdapat kubah kecil berdiamter 8 meter yang mencerminkan bulan kemerdekaan Indonesia pada bulan Agustus.

Bagian utama masjid

Masjid Istiqlal mampu menampung total jamaah sebanyak 200.000 orang. Tiang-tiang yang menghiasi lantai utama sholat terlihat sangat monumental. Karena jarak lantai dan atap sangat tinggi, tidak terasa gerah di dalam sini. Bisa dibilang masjdi Istiqlal minim kaligrafi Arab. Karpet merah tebal menghiasi lantai masjid. Kabarnya didatangkan dari Arab Saudi. Mihrab masjid Istiqlal sangat besar. Sayangnya, kelihatannya masjid ini hanya ramai jika sholat Id saja. Tidak terlalu ramai saat sholat wajib. Maklum, presiden, wakil presiden, gubernur DKI dan seluruh pejabat dan sebagian besar rakyat Indonesia  sholat disini saat hari raya.

 

 

Sebelum pulang, saya menyempatkan melihat pelataran dan selasar masjid. Pelataran ini dihiasi keramik warna merah. Pola keramik disesuaikan dengan ukuran sajadah karena pelataran ini dipakai sholat saat ruang utama masjid penuh. Obama dan istrinya pernah disorot kamera wartawan sedang melewati pelataran  ini hehehe.

Jika kebanyakan masjid memiliki menara lebih dari satu, Istiqlal hanya punya satu menara. Letaknya di sudut selasar. Hal ini melambangkan Alloh yang Maha Esa. Menara ini memiliki ketinggian 66,66 meter (6.666 cm), melambangkan jumlah ayat dalam kitab suci Al Quran. Dilengkapi kepala menara setinggi 30 meter melambangkan 30 juz’ dalam Al Quran.

Masjid Istiqlal
Jalan Taman Wijayakusuma, Jakarta Pusat

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s