Pelesir ke Masjid Raya Tanjung Pauh Hilir

Dari batu gong Kumun, saya, Poppy dan Maya melanjutkan perjalanan menuju desa Tanjung Pauh Mudik, kecamatan Keliling Danau. Setelah bertanya sana-sini, kami menuju masjid raya Tanjung Pauh Mudik Punai Merindu. Letaknya di tepi jalan raya Kerinci-Jambi. Bentuk bangunan ini jauh dari kesan kuno. Menurut penuturan abang yang saya temui di depan toko hp, bangunan lama masjid ini sudah dihancurkan dan diganti dengan bangunan modern. Sayang sekali. 😦 Namun, anehnya nama bangunan ini belum dihapuskan dari daftar cagar budaya kabupaten Kerinci. Setelah mengambil gambar sebentar, kami lanjut ke desa Tanjung Pauh Hilir.

Di desa Tanjung Pauh Hilir masjid kuno masih berdiri disini. Setelah bertanya kepada warga dua kali, kami menuju masjid kuno Tanjung Pauh Hilir. Masjid ini terletak sekitar lima ratus meter dari simpang empat masjid baru Tanjung Pauh Hilir. Jika datang dari arah Sungai Penuh, Anda harus belok kanan. Melewati lorong sempit di tengah-tengah pemukiman warga.

Masjid ini berlokasi tepat di tepi sawah. Ketika kami datang, masjdi dalam kondisi tertutup. Lalu seorang ibu yang melihat kedatangan kami memanggil tetangganya yang rupanya juru kunci masjid ini. Tidak berapa lama datang seorang nenek lalu membuka pintu masjid. Kedatangan kami memancing perhatian beberapa warga yang lain untuk mendekat ke masjid.

  

Masjid ini berarsitektur asli Kerinci. Terdiri dari empat tingkat dengan satu kubah. Kata nenek Nur Aini, sang juru kunci, masjid ini sudah tidak dipakai untuk beribadah. Hanya dipakai setahun dua kali saat sholat Idul Fitri dan sholat Idul Adha.

 

Masjid ini seperti masjid kuno di Kerinci lainnya berwarna cerah dan mencolok. Dinding masjid berwarna kuning menyala. Daun pintu berwarna merah. Di setiap tingkat terdapat ukiran kayu khas Kerinci. Di dasar masjid terdapat ornamen berupa keramik yang konon didatangkan langsung dari Belanda karena kabarnya dibangun pada masa penjajahan Belanda.


Pintu masuk masjid ini ada dua buah. Dihiasi ornamen berbentuk lengkungan dan dihiasi keramik-keramik kuno.

 

Masuk ke dalam masjid, udara agak sedikit pengap. Mungkin karena masjid ini jarang dibuka untuk umum. Perhatian kami tertuju ke tengah-tengah masjid. Di tengah masjid terdapat sebuah tiang besar dengan alas tiang yang berukuran luar biasa berbentuk segi enam. Tiang besar ini menopang empat tiang lainnya di sudut ruangan yang berukuran lebih kecil.

Uniknya beberapa keramik sepertinya menunjukkan ornamen mistletoe, hiasan berbentuk rangkaian bunga dan pita yang banyak dipakai di rumah-rumah di Eropa saat Natal tiba.


Mihrab masjid dan tempat khotbah juga tidak kalah unik. Berwarna hijau tua dengan hiasan keramik. Kontras dengan dinding masjid yang berwarna putih pucat.

 

Kami selanjutnya minta ijin menuju lantai dua masjid. Untuk menuju lantai dua kami melewati sebuah tangga berhias teralis. Tangga ini adalah bangunan baru. Lantai dua hanya ini lantainya terbuat dari kayu. Jika dilihat dari luar, lantai dua ini adalah bagian dari lantai dua dan lantai tiga. Lantai empat masjid tertutup sehingga kami cukup sampai disini. Kami lalu turun.

 

Tepat di depan pintu masjid, terdapat sebuah bangunan berupa toilet dan sebuah kolam. Awalnya saya menyangka kolam ini dipakai untuk berwudhu. Namun, rupanya dipakai untuk mandi warga dulunya. Tidak jauh dari kolam terdapat sebuah potongan kayu besar berukir yang mungkin pernah dipakai sebagai tiang masjid.

 

Puas menjelajahi isi dalam dan luar masjid, kami pamit. Terasa sekali keramahan ibu-ibu disini saat kami berpamitan. 🙂


Tidak jauh dari masjid, terbentang sawah yang menghijau dan luas. Cocok sekali untuk foto panorama. Kami foto-foto disini cukup lama. Setelah mengambil foto, kami pulang menuju Sungai Penuh. Selamat jalan Tanjung Pauh Hilir ….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s