Ngadem di Alam Mayang

Udara Pekanbaru itu panas, semua orang tahu. Namun, warga Pekanbaru punya alternatif wisata jika ingin sejenak merasakan udara sejuk pepohonan. Namanya taman rekreasi Alam Mayang. Eits..jangan salah tukar dengan taman Kaca Mayang loh. Meskipun sama-sama di Pekanbaru dan namanya agak mirip, keduanya berbeda. Alam Mayang adalah taman wisata, sedangkan Kaca Mayang adalah taman bermain yang sepertinya kurang terurus.

 Meski terletak di pinggiran kota, akses kesini sangat mudah. Bagi yang tidak membawa kendaraan pribadi seperti saya,  bisa naik Transmetro, busway ala Pekanbaru ke jurusan Kulim. Halte busway-nya juga tidak jauh dari pintu masuk objek wisata. Selemparan kolorlah hahaha. Setelah membayar tiket, saya masuk ke dalam.

Udara segar segera menyambut saya. Sejauh mata memandang yang ada hanyalah pepohonan hijau. Segar sekali. Seperti sebuah oase di tengah gersang dan panasnya kota Pekanbaru.

 

Disini banyak sekali wahana permainan anak dan arena outbond. Banyak sekali sampai lupa ada apa saja. Saya yang sudah setua gini masih ingin juga naik bianglala. Agak takut juga soalnya tampak tidak terlalu kuat. Mirip dengan bianglala di banyak pasar malam. Saya selalu menikmati saat wahana ini naik ke atas dan turun ke bawah. Membuat hati berdesir. Namun, tidak terlalu berdesir seperti saat saya kecl dulu.

 

Dari arena bianglala, saya menuju danau buatan. Disana ada berbagai mainan seperti becak air dan wahana bernama bogel. Apa itu? Bogel semacam bola dari plastik yang bisa terapung di air. Di dalamnya bisa memuat maksimal dua orang. Di dalam bola saya sama sekali tidak bisa berdiri karena bola selalu bergoyang dalam air. Setiap mencoba berdiri, saya selalu terjatuh. Sama ketika saya melihat bagaimana susahnya dua orang cewe berada di dalam satu bola. Mereka tidak pernah berhasil untuk berdiri. Yang ada mereka (termasuk saya) hanya berguling-guling di dalam bola hahahaha 😀

Lancang Kuning?

 Selain aneka wahana permainan, disini juga dibangun replika bangunan-bangunan yang menjadi ikon Pekanbaru dan Riau. Di antaranya replika kapal Lancang Kuning, candi Muara Takus, tugu Khatulistiwa dan sebuah patung yang malah mirip dengan patung di keraton Jogja. Replika perahu Lancang Kuning berbeda 180 derajat dengan aslinya. Lebih mirip perahu naga Cina. Bagi yang tidak sempat melihat candi Muara Takus di Kampar lumayan bisa mengobati keingintahuan pengunjung.

   

Di ujung taman terdapat beberapa kolam pemancingan. Di dalam kolam ditebarkan berbagai jenis ikan air tawar yang bisa dipancing sepuasnya. Tiket memancing Rp 20.000,- / orang  / hari. Jika di tempat-tempat sebelumnya lumayan ramai. Kesunyian mewarnai tempat ini.

 Alam Mayang, cocok untuk dijadikan lokasi ‘kabur’ sementara dari Pekanbaru.

Taman Rekreasi Alam Mayang
Jl. Harapan Raya / Jalan Imam Munandar KM. 8 Pekanbaru
Buka setiap hari : 08.00 -18.00
Tiket masuk : Rp 10.000,- / orang, belum termasuk tiket permainan

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s