STAN Heritage and Organda Expo 2011

 Heritage and Organda Expo (HOE) merupakan acara budaya terbesar di kampus STAN. Dimana pada acara itu, setiap organda (organisasi kedaerahan) akan menampilkan aneka ragam pesona seni, budaya, kuliner sampai dengan pariwisata.

Tahun ini IMMSU (perkumpulan mahasiswa Sumatera Utara) turut berpartisipasi mengisi acara di HOE. Kami mewakili Sumatera Utara akan membuka stand yang menampilkan seni, budaya, wisata dan menjual souvenir dan makanan khas Sumut.

Satu hari menjelang hari-H, teman-teman dari kosan lain datang ke kosan saya. Mereka membawa peralatan dan perlengkapan yang akan digunakan untuk membuat hiasan atap stand. Rencananya  kami akan membuat replika atap rumah adat Batak. Inal dan Hanafi yang membuat kerangka rumah, sedangkan saya dan Harry bertugas menghias. Kawan-kawan yang lain turut membantu kami. Setelah enam jam menggambar desain, memasang kayu, menggergaji, mengecat, memasang kain dan segala macam pernak-pernik. Inilah atap rumah adat Batak buatan kami 😀

  https://fbcdn-sphotos-d-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/167948_1412433690223_8109640_n.jpg 

Berbagai ornamen kami tambahkan yang terdiri dari berbagai unsur budaya Batak. Mulai dari Batak Toba, Simalungun, Pakpak, Karo dan Madailing. Di kiri dan kanan ditambahkan payung emas yang melambangkan keagungan budaya Melayu Deli.

Stand Sumatera Utara berada di tengah-tengah stand Aceh dan Sumatera Barat. Disesuaikan dengan urutan peta Indonesia. Ada puluhan stand yang berdiri dari dari Aceh sampai Sulawesi. Kebetulan stand Maluku dan Papua tidak ada karena jumlah mahasiswa STAN dari kedua daerah itu bisa dihitung dengan jari. 🙂

 

Hari itu saya mengenakan pakaian adat Batak. Paginya Batak Simalungun lalu siangnya Batak Toba. Ganteng juga hehehe.. 😀 Kawan-kawan saya ada yang memakai baju Mandailing, Karo dan Melayu.

Stand kami menjual berbagai kemek-kemek khas Medan seperti coro, bika ambon. Untuk makanan berat ada roti jala, soto Medan dan minumnya es Markisa dan es Terong Belanda. Roti jala dan soto laris manis diborong pembeli. Harganya cuma enam ribu rupiah dan minuman tiga ribu rupiah. 😀

Tidak hanya pameran budaya. Diadakan juga pemilihan Putra Putri Daerah. Konsep acaranya seperti pemilihan Puteri Indonesia gitu. Ada penilaian busana daerah, kepribadian dan kepintaran menjawab pertanyaan. IMMSU mewakilkan Rahmad dan Yenni yang pagi itu memakai pakaian adat Mandailing.

Di dekat stand kami didirikan panggung utama. Dari pagi sampai malam, panggung utama menampilkan pergelaran kesenian dari berbagai organda. Sayangnya, IMMSU tidak bisa menampilkan kesenian khas Sumatera Utara tahun ini karena tidak lolos seleksi. Yang tampil mewakili Sumatera Utara adalah organda yang juga berasal dari Sumut, Horas (Himpunan Orang Rantau Sumatera Utara). Horas menampilkan Opera Batak dan tarian tor tor hata sopisik, tarian pergaulan muda-mudi Batak. Kami dari IMMsu ikut meramaikan panggung saat HORAS tampil. Awalnya hanya saya dan Amri yang naik panggung untuk menyawer penari. Makin lama makin banyak. Akhirnya banyak juga yang menari di bawah panggung. Boleh jadi penampilan HORAS merupakan penampilan paling heboh hari itu. 😀

 

Malamnya saya tampil sebagai pengisi acara di panggung utama berkolaborasi dengan Sabdanusa. Kami menampilkan fragmen sendratari yang melukiskan kurangnya perhatian kawula muda dalam mencintai kesenian tradisional.

Puncaknya muncul bintang tamu Didik Nini Thowok yang menarikan tarian andalannya. Tarian Panca Sari yang bermakna lima jenis. Tarian ini sukses menyihir penonton. Dalam obrolannya, Didik menyampaikan pesan buat kami agar tetap mencintai kebudayaan sendiri tanpa perlu harus diklaim dulu oleh negara lain.

Pada saat penutupan diumumkan lima stand terbaik, lima penampil terbaik dan lima Putra Putri Daerah terbaik. Stand terbaik diraih oleh Lampung, penampil terbaik diraih oleh Bali dan Putra Putri Daerah Terbaik diraih Lampung. Sumatera Utara berhasil menjadi runner up penampil terbaik, diwakili oleh HORAS. Meskipun diraih oleh organda lain, tetapi rasa bangga tetap muncul dalam dada kami karena berhasil membawa nama Sumatera Utara 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s