Shri Mariamman, Little India

Berada di simpang jalan Zainul Arifin dan jalan Teuku Umar, rumah ibadah umat Hindu India ini sering menjadi tempat wisata unik di Medan. Bahkan bukan hanya oleh umat Hindu. Banyak yang sengaja datang kesini untuk melihat keunikan dan keindahan kuil ini.

Kuil selama ini lebih sering terlihat hanya di film-film India. Orang Indonesia lebih mengenal pura atau candi sebagai tempat peribadatan umat Hindu. Rupanya di Indonesia juga bisa ditemukan kuil. Salah satunya di Medan. Di kota ini banyak sekali pendatang dari Tamil Nadu, India selatan. Jika pura atau candi di Indonesia berkonsep ruang terbuka, maka kuil India berupa ruangan tertutup.

Bau dupa menyergap penciuman begitu saya masuk ke dalam gapura kompleks kuil ini. Sebuah bangunan mirip candi bediri tegak menyambut setiap pengunjung. Sekilas undakan menara candi ini mengingatkan saya pada candi Prambanan di Jawa Tengah. Namun, candi yang ini lebih berwarna-warni dan lebih rumit. Kabarnya mengadopsi arsitektur Tamil.

Kuil ini dibangun pada tahun 1888. Merupakan kuil Hindu tertua di Medan. Sehingga bangunan ini ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang dilindungi negara. Kuil ini dibangun untuk memuja dewi Shri Mariamman, sebagai dewi penyakit dan hujan, dewa Shri Murugar dewa perang dan dan dewa pelindung bumi, dewa Ganesha sebagai dewa ilmu pengetahuan, dewa Wisnu pencipta alam semesta dan dewa Syiwa sebagai perusak.


Untuk masuk ke kuil, saya harus melepas alas kaki. Patung sepasang dewi tampak berdiri menyambut pengunjung di samping pintu masuk ruangan utama kuil. Di dalam kuil terhampar karpet hijau yang hanya digunakan untuk beribadah. baik bagian luar maupun dalam dihiasi oleh patung berbagai dewa dan dewi Hindu India. Berwarna-warni dan sangat indah dipandang.


Kuil ini masih ramai dikunjungi oleh umat Hindu India yang tinggal di kampung Madras, dulu disebut kampung Keling. Kampung ini banyak dihuni oleh pendatang dari Tamil Nadu, India selatan.

Iklan

2 comments

  1. saya merasa tidak asing dengan nama Shri Mariamman, kalai tidak salah saya juga menemukan situs yang sama di little india-singapore, georgetown-penang-malaysia bahkan di ho chi minh-vietnam juga ada. Dan baru “ngeh”, ternyata di Indonesia tepatnya di Medan juga ada, semoga bisa memperrkaya khazanah budaya kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s