Jembatan Makalam

Adalah Wikipedia, yang memaksa saya untuk menjelajahi jembatan Makalam. Konon jembatan itu merupakan salah satu ikon kota Jambi selain sungai Batanghari dan tugu Kotabaru. Makanya, waktu pertama kali ke kota Jambi, setelah menuntaskan penjelajahan menelusuri masjid Seribu Tiang dan pasar Angso Duo, saya segera bergegas mencari informasi menuju jembatan Makalam.

Rupanya tidaka ada angkot yang lewat jembatan Makalam. Jadi saya harus menyewa ojek. Terus saya menyetop ojek dari pasar lalu diantar ke tepi jembatan. Di simpang dekat pintu masuk jembatan terdapat patung perempuan dan laki-laki mengenakan pakaian adat Jambi. Di dekatnya juga ada taman bergambar panorama kota Jambi yang dibuat secara montase dengan pecahan keramik.

  

Jembatan ini sesungguhnya tidak terlalu istimewa. Panjangnya memang sekitar tiga ratus meter. Tepi jembatan dipakai untuk pejalan kaki dan telah dialas keramik. Sedangkan ornamen pada jembatan adalah hiasan keris dan pohon pinang. Pohon pinang merupakan asal mula kota Jambi. Warna jembatan yang merah menyala sangat mencuri perhatian.

 

Saat saya sedang berada di atas jembatan, tampak seseorang yang tampaknya orang gila sedang mengamati bagian bawah jembatan. Di bawah jembatan ini tidak terdapat sungai yang airnya telah mengering. Kabarnya jembatan Makalam ramai hanya jika malam hari. Setelah foto-foto sebentar saya meninggalkan Makalam menuju agen travel untuk segera pulang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s