Catatan (Lebay) Pendakian Kerinci

Sudah beberapa minggu ini saya menyimpan hasrat naik gunung Kerinci. Saya bukanlah seorang pendaki gunung. Saya hanya ingin menuntaskan keinginan si dedek, panggilan sayang jabang bayi yang dikandung istri. Katanya kalau keinginan sibayi tidak dipenuhi maka bayinya akan ileran terus. Saat istri saya hamil muda, gejala menginginkan makan yang aneh-aneh atau ngidam justru dialami oleh saya sebagai suami. Untungnya saya tidak ngidam yang aneh-aneh. Awalnya hanya ngidam ingin makan duku dan durian. Setelah beberapa saat kawan saya Danan meng-upload foto pancake durian di fb, tiba-tiba saya ngiler pengen pancake durian. Duh..(sambil elus-elus perut).Karena di Sungai Penuh sedang tidak ada yang menjual durian, saya harus menunggu saat saya ke ke Jambi.

Ngidam saya yang kedua adalah naik gunung dan makan buah markisa. Istri saya mati-matian melarang saya naik gunung. Akhirnya diam-diam saya naik gunung Kerinci bareng Andri, kawan kantor saya yang hobi naik gunung. Hahahaa

Hari Minggu pagi saya pergi dengan Andri ke basecamp pendakian gunung Kerinci di desa Kersik Tuo, Kayu Aro. Sebelumnya kami makan soto Padang di Semurup. Dari Semurup menuju Kayu Aro perjalanannya melalui jalan yang berliku-liku dan sebagian rusak. Masuk wilayah Kayu Aro, pemandangan berupa perkebunan teh yang membentang luas. Perkebunan ini merupakan salah satu perkebunan terluas di dunia lho 🙂

 

Tiba di Simpang Macan kami berhenti sebentar. Saya meminta Andri untuk berfoto-foto di dekat patung harimau.  Selesai foto-foto di tugu macan, kami melanjutkan perjalanan menuju pintu rimba, pintu pendakian gunung Kerinci. Untuk menuju pintu rimba, dari simpang Macan tinggal belok kiri lalu lurus mengikuti jalan. Terus melewati kantor Taman Nasional Kerinci Seblat yang berfungsi sebagai pos pendaftaran pendaki Kerinci. Dari kantor TNKS terdapat sebuah simpang tiga. Masuk ke dalam simpang. Jalanan ini cukup menanjak, tetapi masih bisa dilewati motor meskipun jalannya cukup rusak. Akhirnya setelah berjalan naik motor sekitar sepuluh menit kami sampai di depan gapura berwarna hijau tua yang sering disebut sebagai pintu rimba.Pintu ini telah menjadi korban vandalisme para pendaki gunung, banyak coretan di dinding gapura.

 

Saya lalu meneruskan perjalanan masuk dari pintu rimba. Terdapat sebuah gapura dari batu bata yang dibangun oleh Kementerian Kehutanan. Saya tidak ingin menuju puncak. Satu-satunya alasan saya kesini adalah ingin mewujudkan keinginan dede’ saya (ngidam) naik gunung hehehe. Yang penting saya telah menginjakkan kaki di kaki gunung Kerinci. Gunung tertinggi kedua di Indonesia sekaligus gunung berapi tertinggi di Indonesia, meski hanya di pintu gerbangnya saja. 🙂

 

Dari kaki gunung Kerinci, Andri mengajak saya menuju pintu gerbang Gunung Tujuh. Salah satu tempat wisata populer di Kerinci. Gunung ini terkenal dengan puncaknya yang terdapat sebuah danau bernama danau Gunung Tujuh. Sesuai namanya, danau ini dikelilingi oleh tujuh puncak gunung yaitu gunung Tujuh, Madurai Besi, Hulu Tebo, Hulu Sangir, Selasih, Lumut dan Jar Panggang. Danau ini adalah danau tertinggi di Asia Tenggara setinggi 1950 meter di atas permukaan air laut.

Pintu gerbang pendakian Gunung Tujuh terletak di desa Pelompek, kecamatan Gunung Tujuh. Sekitar dua kilometer masuk dari jalan raya Kerinci-Padang.

 

Untuk masuk ke dalam pintu gerbang pendakian, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk. Cukup mendaftar di kantor resort Gunung Tujuh TNKS di samping pintu masuk. Kami hanya berfoto sebentar di depan pintu masuk, lalu segera pulang ke Sungai Penuh. Awan hujan telah menunggu di atas sana, sebentar lagi hujan akan turun. Kami bergegas pulang. Hari ini saya belum mencapai puncak. Namun, suatu saat nanti saya akan mencapai puncak 🙂

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s