Pecel Keong Rawa Pening

Pecel keong? Pecal dari siput yah? Jijik ih! Berlendir? Pertanyaan-pertanyaan itu bermunculan dari otak saya seperti peluru senapan otomatis. Bayangan tentang hewan berlendir yang terkesan menjijikkan memenuhi pikiran saya. Namun, kata teman saya pecel keong yang ini beda. Sangat nikmat katanya.

Maka masih demi memenuhi rasa penasaran, saya ingin membuktikan sendiri penampakan pecel keong itu. Satu-satunya rumah makan yang menyediakan pecel keong adalah rumah makan Mbak Toen tepat di depan pemandian Muncul, kabupaten Semarang. Atau di samping kantor kepala desa Muncul kecamatan Banyubiru. Objek wisata Muncul sendiri ada dua, yaitu taman wisata Muncul dan pemandian Muncul dekat pabrik air minum Java. Nah, rumah makan ini terletak di depan pemandian Muncul. Terletak di tepi jalan lintas Banyubiru – Ambarawa. Hanya berjarak sekita lima belas menit dari rumah istri saya di Ambarawa.

Rumah makan ini menempati sebuah kedai sederhana. Jauh sekali dari kesan mewah. Namun, pelanggan setia rumah makan ini terdiri dari kalangan biasa sampai pejabat. Di depan warung berjejer toples berisi aneka kue kering dan keripik. Di dalam kedai terdapat sebuah meja melingkar dengan tempat duduk berupa bangku kayu sederhana. Makanan berupa keong dan teman-temannya ditaruh dalam baskom di atas meja. Sangat bersahaja khas kedai-kedai makan di daerah pedesaan.

Terus, bagaimana rasa pecel keong? Hm..menurut saya rasa daging keong mirip kerang, tetapi agak kenyal. Bumbu kecap membuat keong berasa manis, asin dan agak pedas. Sama sekali tidak berlendir lho 😀  Penyajian pecel disini hampir sama dengan pecel lainnya, yaitu sayuran berupa kol, tauge, timun disiram dengan kuah kacang. Maknyusss.. Bila kurang bisa minta ditambahkan nasi. Minumnya ada banyak pilihan, tetapi yang khas disini adalah es kolak ketan. Harganya sangat terjangkau. Hanya tiga ribu rupiah saja 😀 Murah meriah.

Untuk menikmati sepiring nasi pecel keong saya cukup merogoh kantong sebesar lima ribu rupiah saja. Selain pecel keong, rumah makan ini juga menyediakan aneka lauk khas Rawa Pening yaitu belut, lele, wader dan mujair. Namun, tetap saja pecel keong mbak Toen yang akan selalu dicari pelanggan setianya 🙂

Foto rumah makan mbak Toen diambil dari sini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s