Malam Tahun Baru ala Kota Kecil

Malam tahun baru identik dengan perayaan kembang api. Namun, kali ini saya pesimis akan melihat pesta kembang api dengan meriah. Apa pasal? Saya tahun ini harus melewatkan tahun baru di sebuah kota kecil bernama Sungai Penuh yang terletak di perbatasan Jambi dan Bengkulu. Terpisah dari keluarga di Jawa.

Ada yang berbeda di kota ini menjelang malam tahun baru. Pemerintah mempercantik jalanan kota dengan memasang lampu hias berbentuk kelapa. Terlihat biasa untuk ukuran kota besar, akan tetapi terlihat mencolok untuk kota sekecil Sungai Penuh.

Beberapa hari menjelang pergantian tahun, saya mengundang kawan-kawan di grup fb Backpacker Kerinci untuk ikut berdiskusi membahas acara malam tahun baruan. Sayang minim respon T.T Sementara mas Hendi dan bang Jamie mengajak saya untuk ketemuan di Kerincimerch, toko kaos dan souvenir khas Kerinci punya bang Jamie.

Malam tahun barunya, sekitar jam sembilan saya pergi menuju lapangan Merdeka dengan berjalan kaki. Lapangan terbesar di Sungai Penuh ini sudah ramai dengan orang-orang yang ingin merayakan tahun baru. Di sisi barat dibuat panggung kecil dengan hiburan organ tunggal -.- Lumayan banyak penonton. Acara ini dihelat oleh pemko Sungai Penuh. Sementara pemkab Kerinci merayakan tahun baru secara meriah di Bukit Tengah.

Saya kemudian masuk lapangan. Banyak yang duduk-duduk sambil melihat kembang api. Pedagang asongan memenuhi setiap tempat di lapangan. Suara ledakan kembang api bercampur dengan suara musik organ tunggal dan bunyi terompet. Bising.

Berbekal kamera saku, saya mencoba memotret kembang api dengan mode otomatis dari kamera. Sayang, meleset semua. Kurang tepat manajemen waktu saya hehe.

Saya pergi meninggalkan lapangan Merdeka untuk cari makan malam. Sepiring sate ayam Madura cukup mengenyangkan perut saya. Saya lalu pergi menyusuri jalan menuju bukit Sentiong. Di bukit ini banyak penjual jagung bakar pada saat akhir pekan. Banyak warga sengaja kesini untuk melihat kelap-kelip lampu kota di malam hari. Menjelang malam pergantian tahun, tempat ini makin ramai dijejali warga.

Dari kaki bukit tampak bulan yang sedang bersinar dengan indahnya. Saya kemudian mendaki bukit menuju salah satu puncaknya. Brrr..dingin menusuk badan. Tempat ini juga dipenuhi oleh para anak muda. Mereka menghela udara dingin dengan acara bakar-bakar rumah. Dari atas puncak pemandangan lebih indah lagi. Kembang api menyala bersahut-sahutan dari penjuru kota. Indah sekali 😀 Selamat Tahun Baru 2013 !

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s