4N3D Backpacker Medan di Kerinci (3)

Minggu, 23 Desember 2012

Hari ini adalah hari terakhir Kupluk dan Gembul di Kerinci. Malamnya mereka akan pulang ke Medan via Bukittinggi. Rencananya saya akan membawa mereka ke kawasan Kerinci Hilir tepatnya danau Lingkat di Lempur dan danau Kerinci.

Kami berangkat naik motor dari Sungai Penuh sekitar jam sepuluh pagi. Menyusuri tepian danau Kerinci yang dihiasi sawah dan bukit hingga Jujun. Dari Jujun kami belok kanan ke arah Lempur. Dari Lempur kami lurus menuju simpang tiga ke arah danau Lingkat. Total dari Sungai Penuh ke danau Lingkat membutuhkan waktu satu setengah jam.

Sayang sekali cuaca saat itu sangat mendung. Panorama danau yang airnya berwarna hijau muda berubah menjadi hijau pekat. Namun, banyak sekali kaum muda yang datang ke danau Lingkat untuk melihat keelokan danau ini. Suasana sunyi dan banyaknya pepohonan membuat orang betah berlama-lama disini. Sebagian dari mereka keliling danau naik rakit bambu. Setelah berfoto-foto sebentar kami segera beranjak ke pondok di ujung kanan danau.

Jalanan menuju ujung danau sempit hanya muat untuk satu motor dan licin jika terkena hujan. Saya harus melajukan motor dengan pelan-pelan. Di sana terdapt sebuah rumah pondok sederhana milik penduduk desa Lempur. Namun, pengunjung bebas masuk ke dalam pondok. Pondok ini mempunyai tiga lantai yang bahannya semua dari kayu menyerupai rumah pohon. Auoooo 😀

Suasana disini lebih sepi dari tempat sebelumnya. Air danau lebih tenang nyaris tanpa riak air. Ingin rasanya berenang disana, tetapi saya kan tidak bisa berenang hehe. Lagian disini tempatnya masih dianggap angker. Konon tiap tahun ada yang mati tenggelam di danau Lingkat hiiii 😦 Saya mengingatkan Gembul dan Kupluk agar tidak berkata jorok dan takabur disini.

Di atas pondok kami membongkar bekal makanan kecil dan minum yang kami bawa dari rumah. Gembul dan Kupluk terkesan dengan keindahan danau ini. Menurut mereka di dekat Medan juga terdapat danau berwarna hijau yang dikenal dengan nama danau Linting. Disini kami bertukar pengalaman tentang dunia traveling. Menurut Kupluk, ini perjalanan terakhir dia di Sumatera. Minggu depan ia akan dipindahtugaskan ke Jakarta.

Dari danau Lingkat kami berencana makan siang di desa Pidung di tepi danau Kerinci. Ada sebuah rumah makan yang terkenal enak disana. Sampai di desa Lempur air hujan turun membasahi bumi Kerinci. Sangat deras. Kami sudah siap dengan jas hujan. Alhamdulillah menuju desa Pidung hujan telah berhenti. Cuaca sedikit cerah.

Kami singgah di rumah makan AL, rumah makan langganan saya dan istri. Menu andalan rumah makan ini adalah gulai kepala ikan semah, ikan air tawar yang hanya hidup  di danau Kerinci, ayam goreng masak lengkuas, rendang daging dan keripik ubi. Kami makan dengan lahap. Hmmm…lamak  nian 😀

Selain makanannya enak, harga murah, rumah makan ini terletak persis di tepi danau Kerinci sehingga kami bisa menyaksikan keindahan danau Kerinci yang dikelilingi pegunungan Bukit Barisan. Sayang lagi-lagi cuaca masih mendung sehingga air danau kelihatan kelabu. Ketika sedang enak-enaknya makan hujan turun dengan lebat. Kami tidak bisa melanjutkan perjalanan pulang. Kekenyangan ditambah hujan deras membuat kami mengantuk zzzzzz…

Beberapa menit kemudian saya bangun dari tidur. Hujan masih turun meski rintik. Kami memutuskan menerjang hujan. Dari Pidung kami menuju Sanggaran Agung. Dari situ belok kiri ke arah Sungai Penuh. Huja telah reda. Kami singgah dulu untuk foto-foto di bandara perintis Depati Parbo di desa Hiang kecamatan Sitinjau Laut.

Bandara ini sedang tidak aktif karena tidak ada penerbangan ke dan dari Kerinci. Dulu pernah beberapa maskapai membuka penerbangan perintis ke Kerinci tetapi akhirnya tutup karena minimnya penumpang.

 

Dari bandara kami pulang ke Sungai Penuh lewat Kumun. Di jembatan Kumun kami berhenti lagi karena Kupluk ingin memotret suasna pedesaan dan sawah di Kerinci. Habis itu kami pulang. Sampai rumah jam setengah enam sore. Kupluk dan Gembul buru-buru mandi karena mobil travel akan menjemput mereka jam tujuh.

Tepat jam tujuh mobil datang dan mereka pulang. Sampai jumpa lagi kawan. Ditunggu kedatanganya lagi di Kerinci 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s