Patung Bahenol Depan Kantor Gubernur Riau

 

Awal Januari 2012 ketenangan masyarakat Pekanbaru, Riau tiba-tiba terusik. Gara-garanya tugu pesawat tempur TNI AU yang puluhan tahun bertengger di bundaran simpang tiga jalan Sudirman dan jalan Gajahmada di depan kantor Gubernur Riau dibongkar dan diganti dengan patung baru berwujud sepasang laki-laki dan perempuan menari. Apa masalahnya?

Patung karya maestro patung asal Bali Nyoman Nuarta tersebut diprotes kaum ulama dan budayawan di Riau khususnya Pekanbaru. Patung yang awalnya akan dinamai patung tari zapin tersebut dianggap tidak mencerminkan agama dan budaya masyarakat Riau.

Para ulama menganggap seni patung bertentangan dengan ajaran Islam yang melarang pembuatan segala jenis patung. Sementara budayawan menganggap patung tersebut tidak mencerminkan tari zapin sama sekali. Polemik ini makin menjadi karena biaya pembangunan air mancur dan patung senilai empat miliar dianggap hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.

Untuk meredakan protes masyarakat, pemprov Riau mengubah nama patung menjadi tugu 0 kilometer. Protes kembali timbul karena titik nol kilometer kota Pekanbaru yang sebenarnya berada di pasar Bawah. Akhirnya patung ini diubah namanya menjadi patung tarian rakyat. Namun, masyarakat Pekanbaru sudah telanjur menjuluki patung ini sebagai patung bahenol 😀

Ketika saya mengunjungi kota Pekanbaru pada bulan Agustus 2012. Barulah saya melihat dengan mata kepala sendiri sumber polemik. Masyarakat menolak patung ini karena (maaf) pantat patung perempuannya dianggap terlalu menonjol sehingga kesannya erotis sekali dan tidak layak untuk ditampilkan sebagai landmark kota.

Foto patung bahenol dipinjam dari sini.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s