Monumen di Sungai Penuh

 Batas Kota Sungai Penuh – Kabupaten Kerinci, Pesisir Bukit

Gapura ini menandakan batas kota Sungai Penuh yaitu kecamatan Pesisir Bukit dengan kabupaten Kerinci tepatnya kecamatan Depati VII. Sekaligus merupakan pintu gerbang kota dari arah barat / Padang. Berbentuk dua buah tugu berbentuk jangki (wadah mengangkut hasil pertanian) yang dihubungkan dengan sebuah lengkungan. Di atas jangki terdapat lambang kota dan di puncaknya terdapat atap rumah khas Jambi Kajanglako. Pada ujung lengkungan terdapat carano yaitu tempat menyuguhkan sekapur sirih kepada tamu yang datang ke kota Sungai Penuh. Carano melambangkan keramahan masyarakat menyambut siapa saja yang datang ke kota Sungai Penuh.

Jam Gedang

  https://djangki.files.wordpress.com/2012/06/dsc00726.jpg
Jam Gedang (hingga Oktober 2012)


Jam Gedang (mulai Oktober 2012)

Jam Gedang atau dalam bahasa Kerinci berarti jam besar berdiri megah di pusat kota Sungai Penuh. Tepatnya di sebelah timur lapangan Merdeka atau di simpang tiga lampu merah jalan RE Marthadinata, jalan Diponegoro dan jalan Imam Bonjol. Warna cat jam gedang selalu diganti setiap tahun.Tugu ini tinggi menjulang berukuran sekitar sepuluh meter. Terdapat empat buah jam di atas tugu yang sepertinya rusak dan tidak pernah diganti. Di puncak tugu terdapat miniatur gunung Kerinci.

Patung Depati Parbo

Tugu pahlawan Depati Parbo berada di simpang tiga jalan RE Marthadinata dan jalan Depati Parbo kota Sungai Penuh. Tugu dirancang oleh pematung Sumardi.

Depati Parbo dilahirkan dengan nama Mohammad Kasib pada tahun 1839 di Lolo Kecil kecamatan Gunung Raya kabupaten Kerinci. Depati Parbo memimpin perjuangan masyarakat Kerinci melawan penjajah Belanda pada tahun 1903. Sisa perjuangannya masih bisa dilihat berupa parit di desa Lempur. Depati Parbo pernah diasingkan ke Ternate. Beliau dimakamkan di Lolo Kecil, tempat kelahirannya. Sayang, saya tidak memperoleh keterangan kapan beliau gugur.

Tugu Adipura

 

Tugu ini berada di dekat pasar Beringin Jaya, kota Sungai Penuh. Di simpang lampu merah jalan Diponegoro, jalan Mayjen A Thalib dan jalan Jend. Sudirman. Melukiskan kota Sungai Penuh yang pernah mendapat penghargaan sebagai kota kecil terbersih pada tahun 1994 dan 1997.

Bentuk tugu ini berbentuk jangki dan roda bendi. Jangki adalah wadah dari anyaman rotan yang biasa dipakai petani di Kerinci dan Sungai Penuh untuk membawa hasil pertanian. Sedangkan roda bendi melambangkan kendaraan tradisional yang masih sering dipakai masyarakat untuk bepergian.

Monumen Kunci

Monumen ini berada di simpang empat kantor pos Sungai Penuh, Kodim Garuda Putih Kerinci dan lapangan Merdeka. Terdiri dari tiga pilar yang menjunjung carano (tempat sirih). Di atas carano terdapat empat bentuk lengkungan. Di antara dua buah pilar terdapat sebuah besi yang didalamnya diletakkan empat buah kunci.

Monumen ini melambangkan tiga unsur pemimpin adat masyarakat Kerinci yaitu tenganai (pemimpin keluarga), ninik mamak (pemimpin kaum) dan depati sebagai pemimpin negeri. Jumlah lengkungan dan kunci melambangkan empat jenis kaum yaitu pemuka adat, alim ulama, cendekiawan dan pemuda.

Batas Kota Lama

Batas kota ini dibangun pada masa pemerintahan kabupaten Kerinci. Berfungsi sebagai penanda batas ibukota kabupaten Kerinci yaitu kota Sungai Penuh. Berbentuk gapura dengan atap rumah khas Jambi Kajanglako. Seiring dengan berkembangnya Sungai Penuh sebagai kota otonom terpisah dari kabupaten Kerinci, tugu ini sepertinya hanya akan menyisakan nama karena akan segera dibongkar. Sayang sekali.

Tugu Juang ’45 Sakti Alam Kerinci

Monumen ini terletak di samping kantor Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya kabupaten Kerinci di Jalan Muradi kota Sungai Penuh.Diresmikan oleh Daulat Daniel Sinulingga selaku Ketua Legiun Veteran Jambi saat itu pada tanggal 10 September 1992. Menampilkan sosok tiga pahlawan kemerdekaan dari Kerinci yaitu Depati Parbo, Mayjen A Thalib dan kapten Muradi. Di belakang tugu pahlawan diceritakan perjuangan mereka bersama masyarakat Kerinci dalam sebuah relief. Sayang, masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh sendiri kurang mengapresiasi monumen ini karena letakknya tidak terlalu jelas dilihat dari jalan.

Batas Kota Sungai Penuh – Kabupaten Kerinci, Kumun Debai

Gapura ini pertama kali saya lihat waktu saya pindah ke kota Sungai Penuh dari bangko. Bangunan berarsitektur modern ini menjadi tapal batas kota Sungai Penuh di sebelah timur dengan kabupaten Kerinci tepatnya di desa Sandaran Galeh kecamatan Kumun Debai. Terletak di jalan raya Sungai Penuh-Jambi. Sebuah papan nama bertuliskan ‘Sei Penuh’ dipasang di tepi jalan. Di atas gapura ditulis semboyan kota Sungai Penuh yaitu kota Sahalun Suhak Salatuh Bdei dalam bahasa Kerinci yang artinya sepucuk surat dan sepucuk bedil (senapan), melambangkan satu suara dan satu mufakat dalam memperjuangkan keinginan masyarakat Sungai Penuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s