Naik Pesawat Baling-baling (2)

Kali kedua saya naik pesawat baling-baling adalah dari kota Jambi ke Kerinci saat pulang dari tugas kantor. Naik pesawat Pacific Royale. Belum pernah dengar? Ya, ini merupakan maskapai baru. Mulai beroperasi melayani jalur Jambi-Kerinci pp bulan Juni 2012. Sebelumnya beberapa maskapai mencoba peruntungannya membuka jalur penerbangan ke Kerinci seperti Sky, Riau Air Lines, Susi Air, NBA (Nusantara Buana Air). Semuanya akhirnya menutup penerbangan jurusan Kerinci karena sepi peminat.

Tiket pesawat Pacific tidak bisa dibeli online di internet. Harus beli di bandara atau agen travel yang ditunjuk oleh maskapai. Kami membeli tiket Jambi-Kerinci seharga Rp 450.000,- per orang di agen Saung Bulian, di dekat terminal Rawasari Jambi. Menurut pegawai agen, pada saat keberangkatan besok ada romobingan pejabat setingkat menteri yang akan berkunjung ke Kerinci.

Saya dan istri pagi hari jam tujuh sudah sampai bandara Sultan Thaha Jambi. Bandara ini terletak di Jambi Selatan, tidak terlalu jauh dari pusat kota. Ada angkot yang lewat di depan pintu keluar bandara. Perasaan parno yang hinggap saat saya pertama kali naik pesawat baling-baling pertama kali sudah tidak ada lagi. Setelah check in dan menunggu sekitar setengah jam, kami naik pesawat dari pintu keberangkatan biasa. Rombongan menteri katanya naik dari executive lounge.

Pesawat yang dipakai oleh Pacific menuju Kerinci adalah jenis Fokker-50. Ukurannya lebih kecil daripada pesawat Wings. Hanya memiliki 50 tempat duduk sementara Wings memiliki sekitar 70 kursi. Dalam satu baris hanya terdapat dua kursi di kiri dan kanan. Penamaan kursi yang dipakai adalah A,C dan D,F. Berbeda dari Wings, kami naik pesawat dari pintu depan yang difungsikan sebagai tangga sementara pintu belakang berfungsi sebagai pintu untuk membongkar muat bagasi penumpang. Pesawat ini tidak perlu ancang-ancang panjang untuk terbang. Whussss…terbang. 😀

 

Kecepatan maksimal pesawat ini ‘hanya’ 500 km/jam dengan ketinggian jelajah maksimal 25.000 kaki (7 km) dari permukaan laut. Oya, pesawat ini hanya punya dua pramugari. Saat demo penerbangan satu orang bertugas sebagai spokeswoman serta satunya bertugas sebagai model. Karena ini pesawat full service, kami mendapat jatah makan berupa minum yang bisa dipilih antara teh, kopi, jus buah, minuman bersoda dan sandwich.

Penerbangan dari Jambi ke Kerinci berlangsung lancar. Tidak ada guncangan sama sekali meski saat itu banyak awan di perjalanan. Menjelang mendarat, pesawat berbelok ke kanan. Melewati danau Kerinci dan meliuk di tengah-tengah lembah Kerinci yang terletak di cekungan pegunungan Bukit Barisan. Indah sekali. Sayang sekali saya tidak membawa kamera sehingga tidak bisa memotret pemandangan di luar.

Beberapa menit kemudian saya melihat panorama kota Sungai Penuh, sawah terbentang mengelilingi pemukiman padat. Sampai di atas lapangan Merdeka Sungai Penuh, pesawat berbalik arah untuk melakukan manuver pendaratan. Pesawat mendarat dengan mulus di bandara Depati Parbo Kerinci.

Bandara ini merupakan bandara perintis dengan landasan pacu sepanjang 1,4 km. Berada di desa Hiang kecamatan Sitinjau Laut kabupaten Kerinci. Berjarak sekitar tujuh kilo meter dari kota Sungai Penuh atau bisa dijangkau selama lima belas menit.

 

Setelah rombongan menteri meninggalkan bandara, suasana bandara yang riuh mulai sepi. Dari bandara kami bingung mau naik apa ke Sungai Penuh. Tidak ada mobil atau angkutan umum dari bandara ke kota. Penumpang dari bandara kebanyakan naik mobil jemputan atau naik ojek dari depan bandara. Kami berjalan berdua menuju pintu keluar bandara yang berjarak kurang dari satu kilo. Belum sampai pangkalan ojek, datang dua tukang ojek mendatangi kami. Mereka menawarkan jasa antar ke Sungai Penuh. Awalnya mereka ngotot minta dibayar tiga puluh ribu per orang. Akhirnya kami deal di harga dua puluh ribu. Suatu saat, saya baru tahu jika tarif normal ojek dari Hiang ke Sungai Penuh adalah lima ribu rupiah saja T.T

….

Karena sepi peminat, penerbangan dari Jambi-Kerinci telah ditutup sejak 15 September 2012. Sayang sekali Pacific juga menghentikan operasional semua pesawatnya mulai November 2012. Konon karena alasan restrukturisasi perusahaan.

Lihat juga : Pesawat Baling-baling

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s