Naik Pesawat Baling-baling Itu Rasanya… (1)

Selalu ada kesan mendalam saat melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Seperti saat saya naik pesawat berbaling-baling Wings Air dari Batam ke Pekanbaru untuk pertama kalinya dalam rangka tugas kantor. Sebenarnya saya tidak sengaja memesan Wings, melainkan “kakaknya” yaitu Lion. Entah kenapa saya dialihkan untuk naik Wings. Agak ragu karena pesawat Wings berbadan kecil tidak seperti Lion.

Pagi hari saya sudah di bandara Hang Nadim, Batam. Beberapa saat kemudian kami naik ke pesawat. Saking kecilnya pesawat ini, kami tidak perlu pakai garbarata atau mobil tangga untuk naik ke atas pesawat. Pintu belakang pesawat bisa dibuka kebawah yang berfungsi sebagai tangga masuk. Pintu depan hanya bisa dibuka ke atas untuk tempat bongkar muat bagasi.

Di dalam pesawat tempat duduknya hanya empat kursi yang terbagi menjadi dua kolom. Jadi masing-masing baris hanya ada kursi A,C dan D,F. Unik sekali hahaha 😀 Pramugarinya hanya ada dua orang. Waktu demo keselamatan satu orang bertugas sebagai model dan satu lagi jadi spokeswoman.

Waktu mau lepas landas, satu pramugari duduk di baris terdepan menghadap penumpang dan satunya duduk di baris paling belakang. Baling-baling pesawat dihidupkan saat baru mau lepas landas. Beda dengan pesawat berbadan bongsor, pesawat ini tidak butuh landasan yang panjang untuk terbang. Wuuusss…

Oya, saat naik pesawat rupanya tidak boleh memotret pramugari yang sedang bertugas kecuali nggak ketauan Saya sempat ditegur karena berusaha mengambil mbak pramugari lalu dia meminta fotonya saya hapus. Namun, jika meminta berfoto saat pesawat telah mendarat mereka  justru sangat senang.

Hal yang saya takutkan jika naik pesawat kecil adalah karena badannya lebih mini saya takut pesawat akan lebih ringkih. Rupanya rasa takut saya terlalu berlebihan. Pesawat kecil justru lebih lincah dalam menembus awan. Kondisi udara saat itu tidak terlalu cerah, banyak awan menggantung di langit. Namun, tidak ada goncangan sama sekali seperti di pesawat besar. Kekurangan pesawat kecil dibandingkan pesawat besar adalah dalam hal kecepatan dan tinggi jelajah. Pesawat kecil berbaling-baling hanya boleh menjangkau ketinggan maksimal 25.000 kaki atau sekitar 7 kilometer dari permukaan air laut dengan kecepatan maksimal 500 km/jam. Sementara ketinggian pesawat jet 35.000 kaki dengan kecepatan maksimal 800 km/jam.

Satu lagi nilai plus naik pesawat kecil adalah saya mendapat air minum hehe. Lumayan daripada tidak sama sekali 🙂 Sekitar empat puluh menit terbang pesawat mendarat dengan tenang di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s