Monpera : Agung di Luar, Sedikit di Dalam

Berdiri anggun dan megah di pusat kota Palembang, monumen ini melukiskan heroisme perjuangan rakyat Sumatera Bagian Selatan. Sayang, bangunan ini sering dianggap angin lalu oleh masyarakat Palembang.

Dari museum SMB II kami melangkahkan kaki menuju Monpera yang terletak di belakang museum. Cukup berjalan kaki lima menit kami sudah sampai di pintu gerbang Monpera. Hari Minggu Monpera cukup ramai. Beberapa pengunjung memanfaatkan monumen ini untuk hunting foto.

Halaman Monpera cukup luas. Terdapat tank sisa perang kemerdekaan di sudut halaman. Monpera atau lengkapnya bernama Monumen Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) dibangun bertahap mulai tahun 1975 dan baru selesai tahun 1988. Dilihat dari depan sepertinya monpera mengambil bentuk badan garuda. Di samping monpera terdapat dua relief perjuangan. Relief pertama menggambarkan perjuangan sebelum kemerdekaan. Relief kedua menggambarkan perang lima hari lima malam 1-5 Januari 1947 d Palembang. Ditulis juga semboyan perjuangan rakyat yaitu “patah tumbuh hilang berganti, hilang satu tumbuh seribu”

Di depan monpera terdapat miniatur Monpera. Di atas miniatur diletakkan prasasti peresmian museum yang berbentuk gading gajah Sumatera. Kami lalu menuju bagian utama Monpera. Di dinding depan diletakkan burung garuda dengan ukuran luar biasa.

Saya salah sangka. Dari tulisan di bawah burung garuda dijelaskan bahwa bentuk bangunan Monpera bukan mengambil bentuk kelopak dan mahkota bunga melati, bukan garuda seperti saya tebak sebelumnya. 😀 Melati melambangkan kesucian perjuangan. Lima buah kelopak menggambarkan lima provinsi di Sumbagsel yaitu Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu dan Lampung. Dimensi bangunan tinggi 17 meter, jumlah jalur depan 8 buah, jumlah petak dinding 45 kotak melambangkan tanggal proklamasi kemerdekaan Indonesia. Total 9 jalur menggambarkan angka keramat yang banyak dipakai di Sumbagsel. Misalnya istilah Siwo Mego di Lampung, Sepucuk Jambi Sembilan Lurah dan Batanghari Sembilan di Sumsel.

Cukup membayar Rp 2.000,- kami sudah bisa masuk ke bagian dalam monumen. Berhubung kami datang saat hampir istirahat siang, kami hanya diberi waktu sebentar untuk menjelajahi isi monumen. Kami rencana hanya foto-foto saja karena waktu minim. Monumen ini terdiri dari 9 lantai dimana lantai lantai pertama hingga kelima dipakai untuk pameran, lantai enam sampai lantai delapan kosong dan lantai sembilan merupakan puncak monumen.

 

Di lantai satu dipamerkan foto-foto pejuang dan patung mereka. Ada juga maket monpera. Di lantai dua terdapat koleksi senjata jaman perjuangan misalnya pistol dan senapan. Di lantai tiga dipamerkan pakaian perang para pejuang. Sementara lantai empat dipakai sebagai kantor. Lantai lima dipajang untuk memamerkan foto-foto zaman perjuangan. Koleksi monumen masih minim. Berbanding terbalik dengan keagungan monumen ini dari luar. Tidak heran tingkat kunjungan ke sini sedikit.

Semua lantai mulai dari lantai kedua sampai lantai delapan berlubang di tengah-tengahnya. Artinya kami bisa melihat ujung lantai pertama dari lantai delapan. Dari lantai sembilan yang merupakan puncak monpera tampak jembatan Ampera dan sungai Musi. Di sisi lain tampak masjid agung Palembang. Rasa capek naik tangga sampai lantai sembilan hilang.

 

Udara Palembang sangat panas. Kami segera turun dari lantai sembilan ke bawah.

Monumen Perjuangan Rakyat Sumatera Bagian Selatan (Monpera)
Jalan Merdeka No. 1 Palembang

Buka :
Selasa – Minggu : 08.00-15.30
Senin & hari libur nasional tutup
Tiket : Rp 2. 000,-

Iklan

6 comments

  1. Kalo gak salah Monpera itu singkatan dari Monumen Penderitaan Rakyat y Mas?

    Betul, kebanyakan cuma lewat jadi kesannya sepi pengunjung..
    Saya sendiri belum sempet masuk 😦

  2. isna tambahkan info juga akomodasi menuju kesana..misal dalam catatanmu ditulis naik angkot ini bla bla bla, terus oper angkot ini bla bla bla. yakin dah pengunjungmu bertambah banyak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s