Ampera Siang Hari

Hari kedua di Palembang saya kembali mengantar istri ke jembatan Ampera. Kali ini kami ingin mengeksplor suasana sekitar Ampera saat siang hari. Dari hotel kami berjalan sampai Simpang Charitas. Lalu naik angkot merah turun di bundaran air mancur. Kami turun dan dilanjutkan berjalan kaki. Saat kami akan naik ke jembatan Ampera, kami melihat bus Trans Musi, busway ala Palembang sedang parkir di bawah jembatan.

 

Dari atas jembatan Ampera tampak pemandangan sungai Musi yang membelah kota Palembang menjadi dua bagian, Seberang Ilir dan Seberang Ulu. Di Seberang Ilir terdapat pasar 16 Ilir sebagai sentra songket Palembang. Transportasi dari Ilir ke Ulu dan sebaliknya adalah perahu motor yang disebut ketek Palembang. Ketek juga dipakai sebagai perahu wisata menyusuri sungai Musi menuju pulau Kemaro, pulau wisata di tengah sungai Musi.

  

Di atas jembatan saya sibuk bergaya sebagai fotografer buat istri hehe.. Saya sudah memiliki foto saya dengan latar Ampera sehingga saya tidak berminat untuk foto-foto sendiri. Jembatan Ampera  dibuat tahun 1962 dan diresmikan oleh Bung Karno tahun 1965. Jembatan ini akhirnya menjadi ikon Sumatera Selatan dan kota Palembang khususnya.

 

 

Kami tidak bisa berlama-lama di atas badan jembatan karena sinar matahari panas menyengat. Dari Ampera kami berencana mengunjungi museum Sultan Mahmud Badaruddin II. Tidak jauh dari Ampera.

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s