Kembali ke Jembatan Ampera

Saya mengunjungi kota Palembang terakhir kali pada tahun 2010 untuk menghadiri pernikahan kawan saya Ali dan Ari di Kayuagung. Dua tahun berselang alhamdulillah saya diberi kesempatan lagi main ke kota empek-empek ini. Kali ini saya mendapat undangan acara kantor di Kanwil DJPB Palembang.

Dari Kerinci saya naik travel selama sembilan jam ke Jambi. Sabtu pagi saya dan istri naik travel dari Jambi menuju Palembang. Singgah makan siangnya di sebuah rumah makan Padang di daerah Sungai Lilin, Musi Banyuasin. Nasinya keras T.T Beberapa jam kemudian kami tiba di Palembang. Kami menginap di hotel Safa Marwah, dekat mall Palembang Square.

Malamnya kami berjalan-jalan sebentar ke PS. Awalnya ingin makan pempek Candy. Namun, putar-putar kami tidak ketemu pempek Candy. Jadinya makan di Ayam Penyet Ria. Saya jadi ingat  Batam karena makanan ini pusatnya di Batam.

Kenyang makan malam pulang ke hotel buat sholat Isya’. Habis sholat kami berjalan berdua ke jembatan Ampera. Saya ingin naik angkot tapi istri ingin jalan kaki. Ya sudah, saya mengalah T.T Sedikit-dikit saya berhenti karena capek habis jalan dari PS ngeles Justru istri saya yang tampak bersemangat. Maklum, ini pertama kalinya dia ke Palembang. Di berbagai simpang di jalanan kota Palembang banyak sekali papan petunjuk jalan. Wiih..seperti di luar negeri saja 😀

 

Karena kami jalan pelan-pelan kaya siput, sekitar setengah jam kami sampai di masjid agung Palembang, masjid terbesar se-Sumatera Selatan. Masjid ini dibangun oleh Sultan Mahmud Badaruddin I pada abad ke-18. Kami foto-foto sebentar di hole man lalu melanjutkan langkah ke BKB, dermaga dan plaza di tepi sungai Musi yang dibangun untuk melihat jembatan Ampera.

 

Benteng Kuto Besak malam minggu ramai sekali. Kami sampai repot mencari tempat yang agak sepi. Apalagi saat itu sedang ada penampilan musik. BKB seperti lautan manusia. Susah bergerak. Saya sudah sering kesini jadinya hanya istri yang foto-foto dengan latar  jembatan Ampera. Tidak banyak perubahan menurut saya. Malah sepertinya sebagian lampu di Ampera padam. Namun, seperti biasa saya selalu terpesona dengan keindahan lampu Ampera yang bayangannya terpantul di Sungai. Indah sekali.

 

Kami tidak berlama-lama di BKB. Semakin lama BKB semakin penuh saja. Kami segera meninggalkan BKB menuju hotel. Kami melewati kantor pos pusat di Palembang. Saya jadi punya keinginan untuk membeli kartu pos dan perangko disini esok hari 😀 Sampai hotel kami teparrr… Ngantuk….

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s