Sumur Pulai dan Asal Usul Sungai Penuh

Sejarah Sungai Penuh tidak bisa dilepaskan dari sejarah kabupaten Kerinci sebagai daerah induk. Sungai Penuh ditetapkan sebagai ibukota onderafdeeling Kerinci oleh pemerintah Belanda pada tahun 1909. Kerinci sempat menjadi kawedanan dari Karesidenan Jambi lalu Karesidenan Sumatera Barat. Akhirnya Kerinci dimasukkan menjadi salah satu kabupaten dalam wilayah provinsi Jambi pada tahun 1957.

Perkembangan Sungai Penuh sebagai ibukota kabupaten terasa sangat pesat melebihi daya dukung kabupaten Kerinci. Oleh karena itu sejak tahun 1970 masyarakat Sungai Penuh menyuarakan aspirasi berdirinya sebuah daerah otonom terpisah dari kabupaten Kerinci. Suara masyarakat mendapat respon mulai awal tahun 2000. Sejak saat itu dilakukan persiapan berdirinya kota Sungai Penuh. Pada tahun 2008 kota otonom Sungai Penuh resmi berpisah dari kabupaten Kerinci.

Awal berdirinya kota Sungai Penuh hanya memiliki lima kecamatan yaitu Sungai Penuh, Kumun Debai, Hamparan Rawang, Pesisir Bukit dan Tanah Kampung. Sejak 2012 jumlah kecamatan berjumlah delapan dengan adanya pemekaran kecamatan Pondok Tinggi dan Sungai Bungkal dari kecamatan Sungai Penuh dan kecamatan Koto Baru dari kecamatan Pesisir Bukit.

Asal mula penamaan kota Sungai Penuh sendiri tidak terpisah dari sumur Pulai, sebuah mata air di desa Gedang kecamatan Sungai Penuh. Letaknya di di jalan Yos Sudarso (jalan baru) di sebuah lorong di samping masjid Al Akbar desa Gedang. Ada papan nama outlet air minum isi ulang bernama Ayea di dekat lorong.

Konon sumur Pulai dulu dinamai Sungai Penuh. Mata air Sungai Penuh tidak pernah kering meskipun musim kemarau. Aliran airnya selalu melimpah dan membuat aliran sungai yang dialirkan dari mata air ini selalu penuh. Sungai Penuh menjadi andalan masyarakat sekitar untuk memenuki kebutuhan air bersih. Dari sinilah muncul penamaan kota Sungai Penuh.

Sampai sekarang air sumur Pulai masih dipakai masyarakat untuk sekedar berwudlu, sumber air minum ataupun untuk dialirkan lewat sungai-sungai kecil menuju persawahan di kota Sungai Penuh.

Berhubung saya belum ada foto-foto di Sumur Pulai, gambarnya saya comot dari sini.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s