Batu Megalitik Pulau Tengah dan Lempur Mudik, Bukti Masa Prasejarah di Kerinci

Kerinci, daerah berhawa sejuk di ujung barat provinsi Jambi tidak hanya menyimpan keindahan alam semata. Di daerah ini banyak ditemukan benda-benda prasejarah peninggalan manusia purba Kerinci yang diperkirakan berumur ribuan tahun. Daerah penyebarannya meliputi wilayah Kerinci hilir di selatan, sekeliling danau Kerinci sampai dengan kaki gunung Kerinci. Berikut tempat-tempat bersejarah yang pernah saya datangi selama saya bertugas di Kerinci.

1. Dolmen Baturajo

Tidak sulit menemukan tempat ini. Berada di tengah-tengah  pemukiman warga. Berlokasi di pinggir jalan raya Kerinci-Jambi, tepatnya di desa Baru Pulau Tengah kecamatan Keliling Danau.  Jika datang dari arah Sungai Penuh, situs ini berada di kanan jalan setelah jembatan merah Pulau Tengah, tetapi sebelum masjid Keramat.

Ada tiga buah batu dolmen disini. Tiga buah batu diletakkan berdekatan dengan disokong batu-batu bulat yang berukuran lebih kecil. Yang paling besar berukuran kira-kira 3 x 2 meter. Wujud dolmen adalah batu besar pipih memanjang dengan ketebalan 20-30 cm.

 

Diperkirakan dolmen Baturajo dipergunakan sebagai tempat duduk raja atau tempat berkumpul pemuka masyarakat pada zaman dulu. Namun, menurut versi lain tempat ini difungsikan sebagai meja/altar untuk meletakkan sesaji untuk memuja arwah nenek moyang.

Meskipun sudah dipagari, batu-batu ini bisa lapuk karena tidak ada pelindung atap.

2. Batu Silindrik (Batu Meriam)

Saya dan kawan-kawan mengunjungi situs ini secara tidak sengaja. Selepas melihat keelokan Danau Lingkat dan Masjid Tuo Lempur Mudik, bang Andi Ismet menunjukkan bahwa ada situs purbakala di dekat masjid tuo. Namanya Batu Meriam. Bang Andi adalah pemandu wisata yang sering menemani wisatawan yang berkunjung ke desa Lempur.

 

Berada di tengah persawahan di belakang rumah penduduk, situs ini tidak jauh dari jalan desa Lempur Mudik-Manjuto Lempur kecamatan Gunung Raya. Sebuah batu berbentuk silinder panjang dengan ornamen berbentuk gelombang pada bagian ujung batu. Mirip dengan motif gong. Batu Meriam dikelilingi pagar dan dinaungi atap untuk mencegah tangan-tangan jahil merusak situs ini.

Menurut penuturan bang Andi, batu ini dulunya seorang putri yang cantik jelita. Kecantikannya membuat ia takabur dan ia tidak mengakui ibunya. Akhirnya ia dikutuk ibunya menjadi batu. Kami merinding mendengar cerita bang Andi.

Foto batu Meriam diambil dari fb-nya Poppy.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s