Benteng Marlborough, Bukti Kejayaan Inggris di Indonesia

Jalan-jalan ke Bengkulu, saya minta diantar Andar kawan saya ke Benteng Marlborough. Ini adalah ikon kota Bengkulu. Benteng ini merupakan peninggalan penjajah Inggris dan merupakan benteng Inggris terbesar di Indonesia. Luasnya 44.100 meter persegi.

Belanda pertama kali datang ke Bengkulu tahun 1624. Mereka berusaha menguasai lada di Bengkulu. Kerajaan Selebar dan Lemau sebagai daerah penghasil terbesar di Bengkulu merasa terancam. Mereka meminta Inggris datang untuk meredam pengaruh Belanda di Bengkulu.  Saat itu kerajaan Selebar mempunyai hubungan dagang yang erat dengan kerajaan Banten. Jika Belanda menguasai perdagangan di Bengkulu mereka khawatir hubungan dagang dengan Banten akan terganggu. Inggris bersedia dengan syarat Bengkulu mau menyediakan lada untuk Inggris Akhirnya pada tahun 1685 East Indian Company (EIC) sebagai kongsi dagang milik Inggris tiba di Bengkulu. Sejak saat itu Bengkulu dalam kekuasaaan Inggris.

Benteng pertama yang dibangun EIC adalah benteng York tahun 1685. Karena dianggap terlalu kecil, dibangun benteng baru yang lebih luas selama tahun 1714 sampai dengan 1719. Benteng York sendiri dihancurkan pada tahun 1715. Oleh Joseph Collet, penguasa Inggris di Bengkulu saat itu, benteng baru tersebut dinamai Marlbororough. Diambil dari nama John Curchil Duke of Marlborough. Jika awalnya benteng York hanya berfungsi sebagai pusat pertahanan militer, benteng Marlborough dikembangkan menjadi tempat tinggal pegawai EIC dan keluarganya.

Selain itu, benteng ini pernah digunakan sebagai tempat penahanan Bung Karno semasa pengasingan di Bengkulu. Benteng ini menjadi saksi terbunuhnya seorang opsir bernama Robert Hamilton oleh rakyat Bengkulu. Pada tahun 1825 Inggris meninggalkan Bengkulu dan menyerahkannya kepada Belanda. Inggris sendiri berpindah ke Melaka dan Singapura.

Marlborough masih berfungsi sebagai benteng pertahanan pada masa penjajahan Belanda, Jepang dan masa kemerdekaan. Pernah menjadi markas Polri, lalu diserahkan kepada TNI AD hingga tahun 1977. Akhirnya benteng ini diserahkan kepada pemerintah provinsi Bengkulu untuk dikelola sebagai cagar budaya.

Untuk masuk ke dalam benteng, saya menuju pintu gerbang dari sebelah barat. Melewati jembatan di atas parit sebelum tiba di gapura bertuliskan Fort Marlborough. Setelah membayar tiket masuk seharga dua ribu rupiah, kami disambut dengan empat buah nisan petinggi militer Inggris. Masuk ke dalam terdapat makam dua orang residen gubernur yang pernah berkuasa di Bengkulu. Sementara satu makam lagi tidak dikenal karena tidak diberi keterangan.

Dilihat dari atas, benteng Marlborough mempunyai denah berbentuk persegi dan menyerupai kura-kura. Pada keempat sudut terdapat bastion yang berfungsi untuk mengintai musuh. Di belakang benteng terdapat sebuah bangunan tambahan yang terhubung dengan benteng utama. Benteng Marlborough dikelilingi dengan parit dan berdiri menjulang di atas bukit buatan. Benteng ini mempunyai terowongan bawah tanah menuju rumah dinas gubernur Bengkulu yang sayang sekali kondisinya sudah tertutup.

Benteng ini memiliki beberapa ruangan. Di antaranya adalah ruangan yang sekarang dipakai sebagai ruang pameran. Terdapat juga ruang penyimpanan amunisi, barak tentara, dan ruang perkantoran. Ruang barak kondisinya pengap karena cukup gelap dan cahaya matahari tidak bisa masuk. Penerangan juga cukup minim. Selain itu ada juga ruangan bawah tanah yang dulu dipakai sebagai penjara. Ruang penjara sangat gelap sehingga membatalkan niat saya untuk masuk ke dalam.

 

Puas berkeliling ruangan saya melihat-lihat taman yang berada di tengah-tengah benteng. Udara siang Bengkulu cukup terik membakar kulit saya. Saya lalu mengajak Andar menaiki bastion melewati. Dari atas bastion tampak di pantai Tapak Paderi di sebelah barat. Di sebelah timur tampak pemandangan kota Bengkulu. Angin pantai bertiup sepoi-sepoi.

 

Kami tidak bisa berlama-lama di atas sini karena sinar matahari cukup terik. Kami turun dan segera pulang.

Benteng Marlborough
Jl. Kampung Cina, Bengkulu
Buka setiap hari pukul 08.00 – 18.00
Tiket masuk : Rp 2.500,00

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s