Tugu Hamilton dan Monumen Thomas Parr

Inggris menancapkan kekuasaan di Bengkulu mulai tahun 1685 ketika mendirikan benteng pertama di kota Bengkulu. Pada tahun 1824 Inggris menyerahkan Bengkulu kepada Belanda untuk ditukar dengan Singapura dan Melaka. Selama masa penjajahan banyak terjadi gejolak penolakan masyarakat Bengkulu terhadap penjajah Inggris. Peperangan antara masyarakat Bengkulu dan Inggris kerap kali membawa korban jiwa dari kedua belah pihak. Tugu Hamilton dan Thomas Parr di kota Bengkulu adalah saksi peperangan tersebut.

Saya mengunjungi tugu Hamilton dan Thomas Parr di kota Bengkulu ditemani Andar, kawan jaman kuliah saya yang bekerja di Bengkulu.

 

Tugu ini terletak di tengah jalan Soekarno Hatta. Beralas kotak dilengkapi dengan obelisk berbentuk limas segi empat. Dibangun untuk mengenang Kapten Robert Hamilton seorang Kapten Angkatan Laut Inggris yang mati dibunuh oleh rakyat Bengkulu pada tanggal 15 Desember 1793 dalam usia 38 tahun. Sebagai penghargaan, pemerintah Inggris membangun sebuah tugu untuk mengenang perjuangan Kapten Hamilton. Dalam prasasti yang masih bisa saya baca, dia disebut sebagai “Second Member of Government”.

Sayang monumen bersejarah ini kurang terawat. Catnya pudar dan nampak kusam. Saya melanjutkan perjalanan ke bangunan bersejarah selanjutnya yaitu monumen Thomas Parr.

 

Terletak hanya ratusan meter dari Benteng Marlborough, monumen Thomas Parr berdiri dengan gagah. Dibalik bentuknya yang megah, monumen ini dibangun berhubungan dengan kisah terbunuhnya ratusan warga Bengkulu oleh penjajah Inggris.

Bangunan ini dibangun untuk mengenang Residen Bengkulu Thomas Parr yang tewas terbunuh oleh rakyat Bengkulu pada tahun 1807. Thomas Parr memerintah Bengkulu dengan kejam. Selama pemerintahannya rakyat Bengkulu diwajibkan menanam kopi dengan sistem tanam paksa. Siapa saja yang menentang perintahnya akan dibunuh dengan kejam. Selain kejam Parr dikenal suka mengadu domba rakyat dengan pemimpin adat Bengkulu.

Kemarahan rakyat Bengkulu tidak terbendung lagi hingga akhirnya pada tanggal 23 Desember 1807 Thomas Parr dibunuh dan dipancung saat sedang beristirahat yang berada di rumah peristirahatannya di gedung Mount Felix(sekarang rumah jabatan gubernur Bengkulu). Kepala Thomas Parr diarak keliling kota oleh rakyat Bengkulu.

Pemerintah Inggris geram. Mereka membalas kematian Parr dengan membakar desa-desa di Bengkulu serta membantai semua rakyat tanpa pandang bulu.

Setahun kemudian Inggris mendirikan monumen untuk memperingati Thomas Parr. Monumen ini berbentuk segi delapan berukuran luas tujuh puluh meter persegi dengan tinggi 13,5 meter. Monumen ini oleh rakyat Bengkulu disebut dengan kuburan bulek (bulat) karena atapnya berwujud kubah berbentuk bulat. Pintu masuk monumen ada tiga buah di depan, samping kanan dan samping kiri. Di dinding tengah terdapat sebuah prasasti yang telah dirusak tangan jahil manusia sehingga tidak bisa dibaca lagi. Sayang sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s