Rumah Gubernur Bengkulu dan View Tower

Rusa-rusa tutul terlihat sedang merumput di halaman sebuah sebuah bangunan indah lagi megah di pusat kota Bengkulu. Rusa asal Nepal tersebut mengingatkan saya kepada pemandangan serupa di Istana Bogor, Jawa Barat. Dimana puluhan rusa dilepas bebas untuk mencari makan di halaman istana yang luas.

Di kota Bengkulu pemandangan rusa yang dilepas bebas dapat disaksikan di halaman rumah dinas Gubernur Bengkulu. Bukan hanya saya yang tertarik menyaksikan kawanan rusa. Banyak warga sengaja datang sekadar untuk melihat rusa dan memberi makan rusa. Tersedia pedagang yang menjajakan buah-buahan kecil untuk diberikan kepada rusa.

Cerita tentang rumah gubernur ini bukan hanya rusanya saja. Gedung ini dulu bernama Mount Felix. Dibangun pada abad ke-18 pada masa pendudukan Inggris di Bengkulu. Mount Felix difungsikan sebagai rumah dinas gubernur jenderal Inggris yang berkuasa di Bengkulu sebelum akhirnya Bengkulu diserahkan kepada Belanda. Pada masa kemerdekaan, gedung ini dinamakan Gedung Daerah dan dijadikan rumah dinas gubernur Bengkulu.

Konon, di bawah rumah ini terdapat terowongan rahasia yang menuju ke arah Monumen Thomas Parr tembus sampai benteng Marlborough. Sayangnya, terowongan tersebut telah tertimbun tanah dan tidak bisa dilewati lagi. Saya tidak bisa masuk ke dalam rumah dinas gubernur karena gedung ini tidak dibuka untuk masyarakat umum.

Di depan rumah gubernur terdapat gapura tabot. Hampir semua persimpangan dan gapura masuk gedung di Bengkulu dilengkapi dengan ornamen berbentuk tabot. Wujud tabot mirip tandu persegi empat dengan ornamen masjid yang bertumpuk-tumpuk dan dihias berwarna-warni.

Tabot adalah upacara tradisional masyarakat kota Bengkulu untuk mengenang kisah kepahlawanan dan kematian cucu Nabi Muhammad SAW Hasan dan Husein bin Ali bin Abi Thalib dalam peperangan dengan pasukan Ubaidillah bin Zaid di padang Karbala, Irak pada tanggal 10 Muharam 61 Hijriah (681 M).

Upacara Tabot dimulai pertama kali pada 1685 oleh Syekh Burhanuddin atau Imam Senggolo yang merupakan warga Bengkulu berdarah India. Keturunan Imam Senggolo setiap tahun rutin menggelar upacara Tabot sampai sekarang. Upacara ini dilaksanakan dari 1 sampai 10 Muharram (berdasar kalendar Islam) setiap tahun. Acara ini akhirnya menjadi festival tahunan kota Bengkulu yang digelar secara meriah. Upacara mirip tabot juga dikenal oleh masyarakat Pariaman, Sumatera Barat dengan sebutan tabuik.

Tepat berhadapan dengan rumah dinas gubernur Bengkulu, saya melihat sebuah menara setinggi lima puluh meter berdiri anggun di lapangan merdeka. Warnanya merah putih dengan arsitektur modern.

Bangunan yang awalnya saya sangka sebuah menara pemancar ini rupanya menara pengawas atau sering dipopulerkan sebagai view tower. Dibuat dengan tujuan mengawasi gerakan gelombang di samudera Hindia di pesisir pantai Tapak Paderi kota Bengkulu.

Seperti diketahui bahwa provinsi Bengkulu termasuk rawan bencana karena terletak di garis patahan Sumatera yang aktif sehingga rawan bencana gempa dan tsunami.

Menara ini dilengkapi dengan sensor pemantau gelombang yang terhubung dengan monitor di kantor Satpol PP, Polres Bengkulu, Korem dan Satkorlak kota Bengkulu.

Selain itu direncanakan dengan menara ini pemantauan bulan bisa dilakukan untuk menentukan awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal. Juga bisa dilakukan berbagai macam kegiatan yang berkaitan dengan astronomi.

Untuk menuju puncak menara pengunjung dapat menaiki lift. Dari puncak akan tampak panorama kota Bengkulu dan birunya laut samudera Hindia. Sedangkan di bagian basement atau lantai dasar rencananya akan dibangun diorama dan relief tentang perjuangan rakyat Bengkulu dalam melawan penjajah sampai masa kemerdekaan.

Waktu saya di Bengkulu terbatas sehingga saya tidak sempat menikmati bagian dalam menara. Hanya bisa memandangi dari luar saja.

Iklan

4 comments

  1. Berbicara View Tower sebagai pemantau gelombang Samudra Hindia, sampai kini masih terbengkalai. Bayangkan, dana milyaran untuk pembangunan menara ini, sekarang beralih fungsi sebagai tempat mesum dan toilet terbuka untuk buang air kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s