Makam Inggris-Belanda Jitra

Lahan pemakaman seluas satu hektar ini dulu pernah menjadi kompleks makam Inggris terluas di Asia Tenggara dengan luas empat setengah hektar. Sekitar seribu orang Inggris beristirahat dengan tenang disini. Perkembangan masif kota Bengkulu sejak tahun 1960 mengakibatkan luas pemakaman berkurang secara perlahan-lahan. Tiga hektar dari total lahan habis terpakai untuk pembangunan kantor dan bangunan pemerintahan. Imbasnya hanya tersisa 53 makam saja saat ini.

Tidak mudah bagi saya untuk mencapai makam ini. Kawan saya yang tinggal bertahun-tahun di kota Bengkulu sempat kesulitan saat saya menunjukkan kepadanya peta makam kuno ini. Setelah mutar-mutar akhirnya kami menemukan juga makam ini, tepatnya di jalan Veteran di dekat gereja HKBP Jitra. Sengatan matahari tidak membuat saya gentar untuk masuk ke area makam.

Makam ini merupakan bukti sejarah penjajahan Inggris di Bengkulu mulai tahun 1685 ketika Inggris mendirikan benteng pertama di kota Bengkulu. Pada tahun 1824 Inggris menukar Bengkulu dengan Melaka dan Singapura kepada Belanda karena produksi lada berkurang.

Semua orang Inggris yang wafat selama penjajahan di Bengkulu dimakamkan disini. Setelah Bengkulu jatuh ke tangan Belanda, makam ini difungsikan menjadi makam warga Belanda.

 

Bentuk nisan makam disini sangat unik. Sebuah nisan sengaja dibangun secara spesifik dan berbeda bentuk dengan nisan yang lain. Saya sempat melihat nisan dengan bentuk pilar dan ada patung anjing pudel di atasnya. Mungkin anjing merupakan hewan kesayangan si empunya makam. Semakin tinggi pangkat dan status sosial yang meninggal, semakin bagus dan besar nisannya. Hampir semua nisan masih dalam keadaan utuh dan bisa saya baca keterangan namanya. Beberapa lagi tampak miring dan ambles ke dalam tanah.

 

 

 

Dalam kurun waktu antara tahun dipugar 1988 sampai dengan tahun 1991, makam ini dipugar oleh berbagai perusahaan Inggris di Indonesia dan donatur dari Inggris. Pemugaran diawasi oleh Asosiasi Makam Inggris Asia Selatan. Tahun 1991 makam ini selesai dipugar lalu prasastinya diresmikan  oleh gubernur Bengkulu dan Duta Besar Inggris oleh Indonesia Roger J Carrick.

Makam ini bisa menjadi alternatif wisata sejarah di kota Bengkulu selain Benteng Marlborough yang sudah populer. Di Jakarta makam seperti ini sudah dijadikan museum yang sering dipakai untuk keperluan syuting video klip dan untuk tempat pemotretan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s