Mendadak Bali (9) : Bye Bye Bali

Besok pagi kami akan pulang ke Jogja. Sore itu kami menghabiskan waktu di hotel saja. Bosan berduaan di hotel, kami mencoba eksplor Jambu Inn Sanur, hotel tempat kami menginap di Bali. Saya mengajak istri menuju lantai empat hotel. Disini terdapat taman kecil dan para-para untuk berjemur. Di depan kami tampak pantai Sanur dan samudera Hindia. Angin sepoi membelai sejuk. Puas melihat-lihat pemandangan dari atas kami turun ke kolam renang. Dasar tidak bisa berenang, istri saya cuma berfoto-foto saja di sekitar kolam.

Menjelang matahari terbenam kami berjalan berdua ke pantai (sambil bergandengan tangan tentunya). Entah kapan kami akan kembali lagi kesini. Di Sanur setiap orang tenggelam dalam kesenangannya masing-masing. Ada yang mandi di pantai, ada yang berenang, bermain kano atau malah beramai-ramai bermeditasi. Beberapa penjual tampak setia menjajakan makanan di tepi pantai.

   

Kami melangkahkan kaki lagi menuju bibir pantai. Sempat melewati sebuah bangunan berbentuk berlian berwarna biru. Sampai kemudian saya tahu bahwa ini adalah sebuah kapel yang disewakan bagi mereka yang ingin menikah di Bali. Di pantai istri saya bermain-main air, sementara saya sibuk mengamati butiran pasir di pantai yang terasa kasar dan berbentuk butiran seperti lada. Kapal-kapal nelayan disandarkan di pantai. Baru akan dipakai melaut jika hari sudah gelap.

    

Hari sebentar lagi gelap. Aktivitas berenang di pantai sudah tidak terlihat. Lampu-lampu menghiasi senja di Sanur. Kami segera beranjak pulang. Para wisatawan berkumpul di warung-warung kaki lima di sekitar pantai.

  

Tiba di hotel hari sudah gelap. Malamnya kami makan di kfc di simpang empat dekat hotel paradise. Tidak terasa lima hari di Bali sudah kami jalani. Banyak pengalaman dan wawasan baru kami dapatkan di pulau ini. Teman-teman baru juga. Malam itu saya begadang sambil berkemas-kemas karena Kacang, teman istri saya mau mengambil motor yang saya pinjam dari dia. Kalo tidur takut mengganggu petugas hotel karena harus membuka gerbang hotel.

Pagi-pagi pukul 4.30 WITA kami bangun untuk bersiap-siap. Setelah makan roti yang sudah dipersiapkan hotel, kami pergi ke bandara Ngurah Rai dengan taksi dari hotel. Jalanan dari Sanur menuju bandara sangat lengang. Hanya lima belas menit kami sudah sampai di bandara. Pukul enam WITA kami terbang dari Bali menuju Jogja. Matahari terbit menjadi pemandangan yang tidak terlupakan sepanjang penerbangan dari Bali. Di Jogja gunung Merapi dan Merbabu baru saja bangun dari tidur malam. Selamat tinggal Bali, Selamat datang di Jogja 😀 Turun di Jogja, kami melanjutkan pulang ke rumah di Salatiga naik kendaraan umum.

 

  

Sejak saat itu hatiku tak mampu*
membayangkan rasa di antara ktita
Di pasir putih
kau genggam jemari tanganku
menatap mentari yang tenggelam

Semua berlalu di balik khayalku
kenangan yang indah berdua denganmu

Di Kuta Bali
Kau peluk erat tubuhku
Di kuta bali cinta kita
bersemi dan entah kapan kembali
mewangi dan tetap akan mewangi
B
ersama rinduku walau kita jauH
kasih, suatu saat di Kuta Bali

*lirik lagu Kuta Bali, dipopulerkan oleh Andre Hehanusa

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s