Situ Gintung Setelah Tsunami Kecil

Nama Situ Gintung mendadak ramai diperbincangkan orang. Bencana jebolnya danau buatan Situ Gintung pada tanggal 27 Maret 2009 membuka mata pemerintah bahwa mereka kurang mendengar aspirasi masyarakat. Keluhan kebocoran tanggul sebenarnya sudah dilaporkan masyarakat sejak Nopember 2008. Namun, kurang mendapat perhatian serius dari pemerintah. Sampai akhirnya empat bulan kemudian hujan deras menyebabkan danau kebanjiran dan tanggul penahan sepanjang 30 meter dengan tinggi 6 meter jebol karena tidak kuat menahan volume air.  Air danau sebanyak dua juta meter kubik seketika menyerbu pemukiman warga seperti tsunami. Musibah berlangsung cepat pada malam hari saat kebanyakan warga masih tertidur lelap. Sekitar 100 orang tewas. Danau kering seketika.

. . .

Saya mengunjungi Situ Gintung dua tahun kemudian. Dengan naik sepeda ontel pinjaman dari Rizal, saya mengajak  Angga, adik saya yang kebetulan sedang liburan di Jakarta. Sengaja saya berangkat pagi-pagi dari kosan supaya tidak terlalu panas di jalan. Saya mengayuh sepeda dan Angga duduk di palangan besi di depan. Jalan menuju arah Situ Gintung cukup ramai sehingga saya nggowes cukup pelan. Setelah hampir satu jam perjalanan kami sampai di pintu gerbang Situ Gintung di belakang kampus Universitas Syarif Hidayatullah, Ciputat.

IMG_5657     IMG_5663
Menurut sejarah, danau Situ Gintung dibangun mulai tahun 1923 dan selesai setahun kemudian. Pada tahun 1970-an danau seluas 21 hektar ini dikembangkan sebagai tempat wisata alam. Sejak dibangun, danau buatan itu kurang mendapat perhatian serius pemerintah. Tanggul penahan air hanya berupa gundukan tanah tanpa diberi perkerasan beton. Perawatan hanya dilakukan dengan melakukan pengerukan dasar danau untuk mengurangi sedimentasi. Banyaknya warga yang membuat pemukiman di dekat tanggul mengakibatkan jatuhnya banyak korban ketika tanggul jebol dan menjadi banjir bandang.

Ketika kami mengunjungi Situ Gintung, suasana duka akibat banjir bandang sudah tidak terasa lagi. Warga sepertinya telah bangkit dari bencana. Geliat Situ Gintung sebagai sebuah tempat wisata andalan kota Tangerang Selatan mulai terlihat. Banyak masyarakat datang berkunjung untuk berekreasi di Situ Gintung. Berenang di kolam renang, memancing, out bond, bermain tenis, bahkan acara family gathering dan resepsi pernikahan dapat digelar disini. Jaraknya yang cukup dekat di pinggiran Jakarta Selatan menjadikan Situ Gintung ramai didatangi warga khususnya saat hari libur.

Untuk masuk ke taman wisata Situ Gintung ada beberapa macam tiket. Saya memilih membeli tiket di pintu 3 seharga Rp 3.000,-  karena hanya ingin berputar-putar di sekeliling danau. Jika Anda ingin berwisata bersama keluarga bisa membeli tiket di pintu 1.  Disitu pengunjung dapat memanfaatkan sarana wisata yang ada seperti kolam renang, lapangan tenis, arena bermain anak dan lain-lain.

Selepas membayar tiket, saya menenteng sepeda dan berjalan mengelilingi danau. Suasananya sangat hijau dan lumayan segar karena banyak pohon. Udara jadi tidak terlalu panas. Sepeda saya serahkan ke Angga untuk dinaiki. Saya memilih berjalan kaki untuk menikmati pemandangan danau.

IMG_5664 IMG_5670

IMG_5671 IMG_5672
Beberapa pengunjung memanfaatkan air danau untuk memancing. Saya tidak yakin apakah mereka akan membawa hasil yang banyak. Menurut sumber yang saya baca banyak ikan yang mati saat danau jebol. Hingga sekarang air di danau masih belum sebanyak dulu. Sisa-sisa banjir bandang masih terlihat dengan jelas. Tanah yang berwarna kemerahan masih banyak terlihat di sekeliling danau. Ban sepeda saya yang dipakai mengitari danau sampai menebal karena tanah yang menempel.

IMG_5681 IMG_5660
Setelah cukup lama kami sampai di bendungan atau tanggul. Tanggul ini sekarang telah dibuat permanen dengan bahan beton dan batu yang cukup kuat. Di atas tanggul dibuat area jogging track yang bisa dipakai untuk sekedar duduk, berolahraga ataupun sekedar duduk-duduk memandang keindahan danau. Tempat ini banyak dikunjungi warga saat sore hari.

IMG_5689 IMG_5695IMG_5698 IMG_5707
Dari atas bendungan kami turun ke bawah pintu air. Di ujung saluran dari pintu air terdapat sebuah monumen berupa tugu berbentuk kerucut yang meruncing di bagian atasnya. Monumen ini dibangun untuk mengenang para korban yang tewas saat bencana jebolnya danau Situ Gintung. Pengalaman memang mahal harganya dan sudah seharusnya semua pihak bisa belajar dari musibah yang pernah terjadi disini.

IMG_5710

Taman Wisata Situ Gintung
Jalan Kertamukti (Pisangan Raya) Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan
HTM : Mulai Rp 3.000,-
Tiket Terusan : Rp Senin-Jumat : Rp 50.000,- Sabtu-Minggu/Hari Libur : Rp 60.000 (termasuk renang dan outbond)
Renang : Senin-Jumat : Rp 18.000, Sabtu-Minggu / Hari Libur : Rp 25.000
Outbond : Rp 15.000,- s.d. Rp 35.000,-

Buka setiap hari : Pukul 08.00 – 18.00
Situs Web : http://www.situgintung.com/#/home

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s