Sega Jagung sing Ngangeni*

1-dsc07242

iwak peyek iwak peyek iwak peyek nasi jagung
sampek tuek sampek nenek trio macan tetap disanjung
iwak peyek iwak peyek iwak peyek nasi gule
sampek tuek sampek nenek trio macan tetap oke

Hampir semua orang sudah tidak asing lagi dengan lirik iwak peyek yang pernah dibawakan oleh Trio Macan di atas. Bukan iwak peyek yang akan saya bagikan disini. Tetapi nasi jagung, teman makan nasi si iwak peyek.

Masa kecil saya dihabiskan di sebuah kampung di kaki gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah. Banyak yang menduga saya lahir di Sumatera Utara. Oh bukan, penjelasan tersebut bisa Anda lihat di sini.

Waktu kecil ibu saya kadang tidak sempat membuat sarapan untuk kami sekeluarga. Jika sudah begitu ibu akan membeli bubur atau nasi jagung di warung mbah Tuminah di dekat rumah. Favorit saya adalah nasi jagung komplit dan gorengan bakwan daun singkong. Wujud nasi jagung komplit berupa nasi jagung dengan sayur daun singkong, daun adas atau daun pepaya, sepotong ikan asin, sambal tumpang, sambal korek dan sambal kelapa. Karena saya tidak suka ikan asin dan pedas, biasanya saya pesan nasi jagung hanya dengan sayur, sambal tumpang dan sambal kelapa saja.

Sambal tumpang atau di kampung kami disebut sambel godog merupakan sayur bersantan tetapi isinya hanya tahu saja. Rasa sedap pada sambal tumpang yang ditimbulkan justru timbul dari bahan tempe busuk yang ditambahkan sebagai campuran bumbu. Agak ekstrim tetapi bau busuk dari tempe akan hilang jika sudah dicampurkan ke dalam sayuran.

Perpaduan rasa yang pas dari nasi jagung yang gurih-manis, sayuran segar, aneka sambal yang pedas-asin sungguh membuat saya rindu akan masakan ini. Apalagi setelah saya merantau ke luar pulau Jawa dan hanya bisa pulang kampung satu dua kali dalam setahun.

Saya menjadi konsumen setia nasi jagung. Dulu waktu saya kecil nasi jagung dijual seharga Rp 100 per porsi. Sampai akhirnya mbah Tuminah penjual nasi jagung langganan tutup usaha karena sakit tua. Sekarang saya biasa membeli nasi jagung di warung mbokdhe Sutiyam. Satu porsi nasi jagung lengkap dihargai Rp 2.500,- saja. Sangat terjangkau.

Pernah saya ingin membawa nasi jagung mentah untuk dibawa merantau ke Kerinci. Namun, menurut ibu nasi jagung mentah jarang dijual di pasaran. Para pedagang nasi jagung biasanya membuat nasi jagung untuk dijual sendiri.

Proses pengolahan mulai dari pemanenan tongkol jagung sampai menjadi nasi jagung siap makan membutuhkan waktu cukup lama dan proses yang cukup rumit. Pertama jagung dipipil untuk mendapatkan butiran jagung dan dijemur seharian sampai kering. Jagung pipil ditumbuk atau digiling sampai ukurannya sebesar pasir. Lalu direndam selama dua sampai tiga hari untuk melunakkan tekstur jagung. Untuk memasak nasi jagung melibatkan dua proses. Pertama nasi jagung mentah dikukus sampai setengah matang, di ambil dari kukusan untuk disirami air mendidih lalu dikukus lagi sampai masak.

Bukan di kampung saya nasi jagung menjadi menu sarapan favorit. Di hampir semua desa di lereng gunung Merapi dan Merbabu nasi jagung menjadi menu alternatif selain nasi dari beras. Harga sekilo nasi jagung mentah hanya Rp 2.500,-. Hanya sepertiga dari harga sekilo beras. Pemanfaatan jagung akan semakin meningkat saat musim kemarau saat persediaan beras menipis.

Jagung telah lama menjadi produk unggulan kabupaten Boyolali selain tembakau dan susu serta daging sapi. Hal ini digambarkan dalam lambang kabupaten Boyolali. Sentra produksi jagung terutama hibrida di Boyolali meliputi areal seluas 24.869 hektar yang tersebar di beberapa kecamatan dengan jumlah produksi 113.479 ton setahun. Hasil surplus ini dijual ke berbagai daerah di Jawa Tengah untuk kepentingan konsumsi jagung segar dan bahan pakan ternak.

Selain dibuat nasi jagung, di Boyolali jagung segar dijual sebagai penganan bernama marning. Marning merupakan jagung  segar yang dibumbui lalu digoreng. Ada beberapa varian rasa yang dibuat yaitu rasa manis, asin dan pedas. Di sepanjang jalan Pandanaran, jalan utama di pusat kota Boyolali banyak toko yang menjual marning sebagai oleh-oleh khas Boyolali.

Bagi masyarakat Selo, daerah berhawa dingin di lereng gunung Merapi dan Merbabu, jagung bukan hanya pengisi perut. Masyarakat setempat menggunakan nasi jagung sebagai media selamatan. Upacara sesaji Merapi rutin digelar tiap tahun oleh masyarakat desa Lencoh kecamatan Selo memohon keselamatan dari ancaman bencana letusan Merapi. Mereka memberikan sesaji berupa kepala kerbau dan gunungan nasi jagung ke kawah gunung Merapi. Upacara ini dimeriahkan dengan pertunjukan tari-tarian dan kirab sesaji.

*) Nasi Jagung yang Bikin Rindu

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s