Air Mancur yang Turun ke Bawah

Kata air terjun sering disalahkaprahkan masyarakat awam sebagai “air yang bergerak dari bawah ke atas”. Di Lembah Anai, Sumatera Barat, air mancur mendapatkan jati dirinya sebagai air yang jatuh dari atas ke bawah.

Di lembah Anai, sekitar satu jam perjalanan dari kota Padang menuju kota Bukittinggi terdapat sebuah air terjun dengan nama unik. Namanya air terjun aia mancua (bahasa Minang : air mancur). Masyarakat umumnya mengenal air terjun ini dengan nama air terjun lembah Anai. Objek wisata ini terletak di tepi jalan raya, beberapa saat sebelum memasuki kota Padang Panjang jika kita datang dari Padang. Karena letaknya yang strategis, tempat ini ramai dikunjungi wisatawan dan telah menjadi tempat wisata unggulan Sumatera Barat. Saya cukup membayar tiket masuk Rp 2.500,- berjalan santai sekitar lima menit dari pintu masuk dan sampai di dekat air terjun. Udara segar menyeruak menerpa badan saya.

Sebelum sampai di lokasi, baik bagi para pengunjung yang datang dari arah Padang maupun Padang Panjang akan melewati jalan yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan di kiri kanan jalan. Di sepanjang jalan menjelang air terjun lembah Anai, saya melihat monyet-monyet berkeliaran di tepi jalan meminta makanan kepada setiap pengunjung yang lewat .

    

Air terjun lembah Anai mengalir dari sungai Batang Lurah Dalam yang berhulu di gunung Singgalang. Dengan tinggi 35 meter, siap-siap saja kita dihujani rintik-rintik air yang jatuh menerpa badan jika kita berdiri mendekati air terjun. Hempasan air terjun membentuk sebuah kolam yang katanya sangat dalam. Aliran air terjun akan mengalir membentuk sungai besar melewati jembatan di bawah jalan raya. Beberapa pengunjung mandi di dekat air terjun lalu membilas di kamar mandi dekat situ. Saya cukup memandang air terjun sambil mendengar lalu lalang kendaraan.

Di dekat sini katanya terdapat dua air terjun lagi selain air terjun yang ada di tepi jalan. Namun, karena dua air terjun lainnya tertutup oleh lebatnya hutan, sehingga agak susah diakses.  Saya yang datang kesini merasa cukup puas dengan air terjun yang di tepi jalan ini saja.


Sungai kecil di dekat air terjun

Lembah Anai sendiri merupakan cagar alam dan hutan lindung yang ditetapkan sejak jaman pemerintahan Belanda. Luas cagar alam Lembah Anai 221 hektar dan disini hidup terdapat tumbuhan langka yang dilindungi seperti bunga bangkai. Selain itu beberapa satwa hidup liar di hutan ini seperti harimau, macan tutul, babi hutan, berbagai spesies kera dan burung.


Sungai, jembatan, jalan, rel kereta api

Di seberang air terjun,  tepat di atas jalan terbentang jembatan rel kereta api bergerigi peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1881 sebagai jalur pengangkut batubara dari Sawahlunto ke pelabuhan Teluk Bayur di Padang.  Jalur kereta api ini telah lama berhenti beroperasi karena berkurangnya produksi batubara di Sawahlunto. Namun, sekarang rute kereta api Padang-Sawahlunto telah dibuka kembali sebagai kereta wisata. Kereta api hanya beroperasi pada hari libur.

Puas menikmati keindahan alam, para pengunjung bisa mencicipi oleh-oleh khas Minang yang dijajakan seperti aneka keripik dan galamai (dodol Minang).


Buyuang penjual makanan

Air terjun Air Mancur (Lembah Anai)
Jalan Raya Padang-Bukittinggi KM. 40 Jorong Aie Mancua, Nagari Singgalang, Kec. X Koto, Kab. Tanah Datar
Buka setiap hari
Harga Tiket Masuk : Rp 2.500,-

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s