Misteri Danau Lingkat


                                                                              Danau Lingkat

Kami telah menempuh perjalanan selama satu jam sebelum akhirnya sampai ke danau Lingkat. Dari Sungai Penuh saya bersama istri naik motor. Kami mengelilingi danau Kerinci, menyusuri jalan di tepi danau ke arah Jambi sampai desa Jujun, ibukota kecamatan Keliling Danau. Dari Jujun kami belok ke kanan ke arah Lolo, kecamatan Gunung Raya. Setiba di Lolo, di simpang tiga arah ke Lempur kami belok kanan lagi hingga akhirnya sampai di danau Lingkat.

Danau Lingkat terletak di desa Lempur, Kec. Gunung Raya, Kab. Kerinci. Luasnya sekitar 11 hektar. Air danau yang hijau sebenarnya berwarna jernih. Banyaknya ganggang berwarna hijau menyebabkan air danau seolah-olah hijau. Dengan dikelilingi bukit dan hutan yang masih alami, suasana disini masih sangat sepi. Hampir tidak ada orang. Pemukiman warga terletak jauh dari danau. Masih terdengar bunyi siamang. Burung-burung hutan beterbangan.

Menurut legenda nama danau Lingkat berasal dari bahasa Kerinci ‘cingkat’ yang bermakna rantang. Konon zaman dulu seorang anak gadis dari desa Selampaung, tidak jauh dari Desa Lempur, menghilang ketika sedang bermain-main naik perahu di danau. Orang tua gadis yang cemas karena anaknya tidak kunjung pulang mengajak warga mencari si anak di danau. Air danau ditimba menggunakan rantang secara beramai-ramai. Orang tua si gadis akhirnya pasrah karena anak mereka tidak ditemukan. Kemudian akhirnya ada seorang warga Selampaung yang mendapat bisikan gaib bahwa anak gadis yang hilang telah dibawa oleh makhluk halus penunggu danau. Sejak itulah masyarakat desa bersumpah tidak akan pernah menggunakan perahu lagi di danau ini. Tetua kampung melarang siapapun mengunjungi danau. Setelah ratusan tahun kemudian, tepatnya tahun 80-an danau ini mulai dikunjungi kembali. Namun, larangan menggunakan perahu masih dipatuhi disini. Sebagai gantinya pengunjung dapat berkeliling danau dengan rakit bambu. Biarpun begitu, setiap tahun masih ada korban yang tewas saat berenang di danau Lingkat atau tenggelam jatuh dari rakit.

Sebagai tempat yang dikeramatkan warga, banyak pantangan berlaku disini. Pengunjung tidak boleh melamun, berbuat asusila dan tidak boleh sombong dan takabur.

Di seberang danau terdapat sebuah pondok sederhana. Disitu menurut seorang bapak tua yang kami temui terdapat batu besar bermotif belang-belang. Batu tersebut dipercaya sebagai tempat mandi para dewa. Ada juga yang berkata batu belang merupakan jelmaan seekor ular penghuni danau. Ada sebuah mitos lagi tentang danau ini. Di ujung kanan danau merupakan tempat tujuh putri penguasa danau mandi. Jika para puteri mandi maka bunga-bunga di danau akan mekar dan akhirnya jatuh di permukaan danau.

Danau Lingkat, danau yang penuh misteri …

Iklan

3 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s