Kayu Aro, Perkebunan Teh Terluas di Dunia

Kerinci, daerah berhawa sejuk di paling barat provinsi Jambi memiliki perkebunan teh pertama di Indonesia dan salah satu kebun teh terluas di dunia. Namanya perkebunan teh Kayu Aro yang dikelola PTPN VI. Kayu Aro merupakan perkebunan teh tertinggi di dunia setelah perkebunan teh Darjeeling di Himalaya, India setinggi 3.000 mdpl.

   

Kayu Aro dibuka sebagai kebun teh mulai tahun 1925 oleh perusahaan Belanda yaitu NV HVA. Untuk mengolah kebun teh, Belanda mendatangkan ribuan pekerja kasar dari pulau Jawa. Selanjutnya sebuah pabrik pengolahan teh didirikan tahun 1932 di desa Bedeng VIII. Pabrik tersebut masih beroperasi sampai sekarang. Pada tahun 1959 kebun teh Kayu Aro dinasionalisasi oleh Pemerintah RI.

Rumah dinas pegawai PTPN

Perkebunan teh Kayu Aro membentang luas menyerupai permadani meliputi beberapa desa di kaki gunung Kerinci tepatnya di kecamatan Kayu Aro dan Kayu Aro Barat, kabupaten Kerinci. Dibelah oleh jalan raya Kerinci-Padang, Kayu Aro terletak 37 km di sebelah barat kota Sungai Penuh ke arah Padang. Kebun teh Kayu Aro terletak pada ketinggian 1.401 mdpl – 1.715 mdpl dengan suhu udara antara 170– 230C. Dengan luas perkebunan 3.014,6  ha, kebun teh Kayu Aro terbagi dalam beberapa  afdeling / bagian mulai dari afdeling A sampai H. Sebanyak 1.865 orang menggantungkan hidupnya di Kayu Aro sebagai pegawai perkebunan. Setiap hari tidak kurang dari 80 ton pucuk teh basah dipanen dari sini.

 

Dengan ketinggian dan suhu udara yang ideal pabrik Kayu Aro mampu menghasilkan teh dengan kualitas premium. Bahkan dibilang merupakan teh terbaik di dunia. Dikatakan bahwa teh kualitas 1 rasanya pahit di ujung lidah dan tidak mudah hilang di mulut, warnanya oranye muda dan aromanya kuat. Teh kualitas 1 pahit  karena mengandung banyak sekali antioksidan. Teh kualitas satu dijual hanya untuk pasar luar negeri karena harganya cukup mahal yaitu 28,9 dolar AS per kg, sekitar Rp 278.000,-. Selain itu orang Indonesia tidak mempunyai budaya minum teh melainkan minum kopi. Ditambah lagi di Indonesia teh pahit kurang begitu diminati. Sebagian besar teh kualitas no.1 tersebut diekspor ke luar negeri seperti Eropa dan jazirah Arab. Teh merek Typhoo yang dijual di Inggris dan digemari ratu Elizabeth konon memakai bahan baku dari Kayu Aro. Ratu Wilhelmina, Juliana dan Beatrix dari Belanda katanya hanya mau minum teh dari Kayu Aro.

 

 

 

Untuk pasar domestik, pabrik Kayu Aro menjual teh campuran kualitas 1,2 dan 3. Bahannya merupakan campuran antara daun dan batang teh. Warna teh yang dihasilkan adalah cokelat kemerahan dan rasanya tidak pahit. Teh jenis inilah yang banyak dijual di pasaran di kota Jambi dan Sungai Penuh.

Kayu Aro merupakan tempat favorit saya berlibur. Jaraknya yang tidak jauh dari Sungai Penuh sekitar 1 jam membuat Kayu Aro menjadi lokasi untuk menghilangkan penat. Pada pagi hari akan nampak kegiatan para pemetik teh bekerja di kebun dan menyetorkan hasil petikan teh ke pengumpul. Selain melihat indahnya kebun teh, para wisatawan bisa mendatangi Aroma Pecco, sebuah taman dengan danau buatan dan arena permainan anak. Untuk menginap tersedia beberapa homestay di Kersik Tuo, di tepi jalan raya menuju ke Padang.

 

Hampir 90 % warga kecamatan Kayu Aro dan Kayu Aro Barat merupakan keturunan Jawa. Mereka didatangkan oleh pemerintah Belanda dari Jawa untuk dipekerjakan di perkebunan. Sampai sekarang bahasa Jawa sebagai bahasa sehari-hari masih dipertahankan warga. Tidak lupa kesenian khas Jawa seperti gamelan dan kuda lumping masih lestari di Kayu Aro.

Di mata para pendaki gunung, Kayu Aro merupakan titik awal pendakian untuk mencapai gunung Kerinci, gunung tertinggi di Sumatera dan gunung tertinggi kedua di Indonesia. Base camp untuk mendaki Kerinci ada di desa Kersik Tuo. Terletak sekitar 1 km dari Simpang Tugu Macan.

Gunung Kerinci

Motor saya di base camp pendakian gunung Kerinci :p

Kayu Aro semakin meneguhkan Kerinci sebagai negeri Sikepal Tanah Surgo yang jatuh dari langit 🙂

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s