Pahlawan Nasional Sumatera Utara

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pahlawan adalah orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yg gagah berani, sedangkan menurut Perpres Nomor 33/1964 mengenai Penetapan Penghargaan dan Pembinaan terhadap Pahlawan dan Perpres Nomor 5/1964 mengenai Pemberian Penghargaan/Tunjangan kepada Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan pahlawan nasional Indonesia adalah:

  1. Warga Indonesia yang telah meninggal dunia.
  2. Telah memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata, perjuangan politik, atau perjuangan dalam bidang lain mencapai/merebut/mempertahankan/mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Telah melahirkan gagasan atau pemikiran besar yang dapat menunjang pembangunan bangsa dan negara.
  4. Telah menghasilkan karya besar yang mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas atau meningkatkan harkat dan martabat bangsa Indonesia
  5. Pengabdian dan perjuangan yang dilakukannya berlangsung hampir sepanjang hidupnya, tidak sesaat, dan melebihi tugas yang diembannya.
  6. Perjuangannya mempunyai jangkauan luas dan berdampak nasional.
  7. Memiliki konsistensi jiwa dan semangat kebangsaan/nasionalisme yang tinggi.
  8. Memiliki akhlak dan moral yang tinggi.
  9. Pantang menyerah pada lawan ataupun musuh dalam perjuangannnya.
  10. Tidak pernah melakukan perbuatan tercela yang merusak nilai perjuangannya.

Hal tersebut dapat dipercaya jika terdapat adanya :

  1. Daftar uraian riwayat hidup dan perjuangan beliau oleh yang bersangkutan secara tertulis dengan ilmiah, disusun sistematis, serta berdasarkan data yang akurat
  2. Daftar dan bukti Tanda Kehormatan yang pernah diterima/diperoleh
  3. Catatan pandangan/pendapat tokoh masyarakat tentang Pahlawan Nasional yang bersangkutan
  4. Foto-foto/gambar dokumentasi yang menjadi potret perjuangan beliau yang bersangkutan
  5. Telah diabadikan namanya melalui sarana monumental sehingga dikenal masyarakat

Berikut ini nama-nama pahlawan nasional dari provinsi Sumatera Utara :

Mayjen (Purn) H Tengku Rizal Nurdin

Berkas:Rizalnurdin.jpg Sumber foto

Lahir : Bukittinggi, 21 Februari 1948
Wafat : Medan, 5 September 2005
Penetapan : Keppres No. 083/TK/2005 tanggal 9 November 2005

Putera Melayu Deli ini pernah menjabat sebagai Pangdam I TNI Bukit Barisan tahun 1997-1998. Dia pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara selama dua periode antara tahun 1998 sampai dengan 2005. Sebuah kecelakaan tragis mengakhiri hidupnya. Dia meninggal dalam  kecelakaan pesawat Mandala Airlines penerbangan RI 091 jurusan Medan-Jakarta pada tanggal 5 September 2005.

Raja Sisingamangaraja XII

 Sumber foto

Lahir : Bakkara, Humbang Hasundutan, 18 Februari 1845
Wafat : Dairi, 17 Juni 1907
Penetapan : Keppres No. 590 Tahun 1961 tanggal 9 November 1961

Pemimpin legendaris masyarakat Batak bermarga Sinambela ini mempunyai gelar Patuan Bosar Ompu Pulo Batu. Beliau naik tahta pada tahun 1876 menggantikan ayahnya Raja Sisingamangaraja XI yang bernama Ompu Sohahuaon. Penobatannya sebagai raja ke-12 bersamaan dengan masuknya Belanda ke Sumatera Utara. Disini Belanda berusaha menanamkan monopoli atas perdagangan di Bakkara. Hal ini memicu Perang Batak yang dipimpin oleh Sisingamangaraja XII hingga puluhan tahun lamanya. Setelah Bakkara dikuasai Belanda, beliau masih memimpin perang gerilya sampai akhirnya beliau gugur ditembak Belanda di Dairi beserta ketiga putra-putrinya. Belanda memakamkannya di Tarutung, Tapanuli Utara. Namun, pada tahun 1953 makamnya dipindah ke Balige atas inisiatif presiden Sukarno karena perjuangannya melawan Belanda dimulai dari Balige.

Jendral Besar (Purn) DR Abdul Harris Nasution

 Sumber foto

Lahir : Kotanopan, Mandailing Natal, 3 Desember 1918
Wafat : Jakarta, 6 September 2000
Penetapan : Keppres No. 73/TK/2002 tanggal 6 November 2002

AH Nasution adalah satu dari tiga Jenderal Besar di Indonesia selain Jend. Sudirman dan mantan presiden Jend. Soeharto. Beliau merupakan salah satu tokoh yang menjadi sasaran dalam peristiwa Gerakan 30 September, namun yang menjadi korban adalah putrinya Ade Irma Suryani dan ajudannya, Lettu Pierre Tendean. Pada saat itu beliau menjabat sebagai Menteri Pertahanan RI. AH Nasution juga pernah diangkat menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Sebagai seorang pakar militer, AH Nasution sangat dikenal sebagai ahli  perang gerilya. Gagasan perang gerilya dituangkan dalam bukunya yang fenomenal, Fundamentals of Guerrilla Warfare. Selain diterjemahkan ke berbagai bahasa asing, karya itu menjadi buku wajib akademi militer di sejumlah negara, termasuk sekolah elite militer dunia, West Point Amerika Serikat. Jejak perjuangan beliau diabadikan dalam museum Sasmitaloka Jenderal Besar DR AH Nasution di jalan Teuku Umar No. 40 Jakarta.

H. Adam Malik Batubara

 Sumber foto

Lahir :  Pematangsiantar, 22 Juli 1917
Wafat : Bandung, 5 September1984
Penetapan :  Keppres Nomor 107/TK/1998 tanggal 6 November 1998

Adam Malik adalah wakil presiden Indonesia yang ketiga. Pernah menjabat sebagai Menteri Indonesia pada beberapa Departemen, antara lain Departemen Luar Negeri dan Departemen Perdagangan. Ia juga pernah menjadi ketua DPR tahun 1977 – 1978. Sebagai Menteri Luar Negeri, pada tahun 1971  ia terpilih sebagai orang Indonesia pertama yang menjadi Ketua Majelis Umum PBB ke-26. Bersama Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN, Adam Malik memelopori terbentuknya ASEAN tahun 1967. Untuk mengenang perjuangan beliau, dibangun sebuah museum di jalan Diponegoro No. 29 Jakarta.

dr. Ferdinan Lumbantobing

 Sumber foto

Lahir : Sibuluan, Sibolga, 19 Februari1899
Wafat : Jakarta, 7 Oktober 1962
Penetapan : Keppres No. 361 Tahun 1962 tanggal 17 November 1962

Lulusan sekolah dokter STOVIA ini akhrab disapa FL Tobing. Beliau pernah bekerja di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta. Pada awal kemerdekaan beliau diangkat sebagai Menteri Penerangan, Menteri Hubungan Antar Daerah, Menteri Transmigrasi dan Menteri Kesehatan (pejabat sementara). Selain itu ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara. Namanya sekarang diabadikan menjadi nama bandara di kabupaten Tapanuli Tengah.

Kiras Bangun (Gara Mata)

Lahir : Batu Karang, Payung, Karo, 1852
Wafat : Batu­karang, Payung, Karo, 22 Oktober 1942
Penetapan : Keppres No. 82/TK/2005 tanggal 7 November 2005

Beliau adalah seorang ulama dari Tanah Karo yang menggalang pasukan lintas agama di Sumatera Utara dan Aceh untuk menentang penjajahan Belanda. Pasukan yang disebut pasukan Urung tersebut beberapa kali terlibat pertempuran terbuka maupun gerilya dengan Belanda di Karo. Kiras pernah dibuang ke Cipinang bersama kedua anaknya antara tahun 1919-1926.

Mayjen (Anumerta) Donald Isaac Panjaitan

 Sumber Foto

Lahir : Balige, 19 Juni 1925
Wafat : Jakarta, 1 Oktober 1965
Penetapan : Keppres No. 111/KOTI/1965 tanggal 5 Oktober 1965

Putera asli Balige, Toba Samosir ini mengawali karir sebagai anggota TKR (sekarang TNI). Beliau terbunuh pada peristiwa G 30 S tanggal 30 September 1965 kemudian dimakamkan di TMP Kalibata pada tanggal 5 Oktober 1965. Pada saat itu jabatan beliau adalah Asisten IV Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad). Beliau bersama kesembilan korban G 30 S lainnya dijuluki pahlawan Revolusi. Untuk mengenang jasa-jasanya dibangun Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta Timur.

Mr DR (HC) Teuku Mohammad Hasan

  Sumber foto

Lahir : Sigli,  4 April 1906
Wafat : Jakarta, 21 september 1977
Penetapan : Keppres Nomor 085/TK/Tahun 2006 tanggal 3 November 2006

Teuku Muhammad Hasan adalah Gubernur Provinsi Sumatera Pertama setelah Indonesia merdeka dengan ibukota di Medan. Selain itu pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia pada tahun 1948 hingga tahun 1949. Beliau juga dikenal sebagai pejuang dan perintis kemerdekaanIndonesia dengan bergabung ke organisasi Perhimpunan Indonesia bentukan Mohammad Hatta di Belanda.

Tengku Amir Hamzah Pangeran Indera Putera

 Sumber foto

Lahir : Tanjung Pura, Langkat, 28 Februari 1911
Wafat : Kuala Begumit, Langkat, 20 Maret 1946
Penetapan : Keppres No. 106/ tahun 1975 tanggal 3 November 1975

Tengku Amir Hamzah atau sering dipanggil Amir Hamzah terlahir sebagai putera bangsawan Kesultanan Langkat. Amir Hamzah bersekolah dan tinggal di pulau Jawa pada saat pergerakan kemerdekaan. Bersama dengan Sutan Takdir Alisjahbana dan Armijn Pane ia mendirikan majalah Pujangga Baru  yang kemudian dianggap sebagai tonggak berdirinya angkatan sastrawan Pujangga Baru. Amir Hamzah selanjutnya dikenal menjadi penyair besar.

Tragis, Amir Hamzah terbunuh dalam Revolusi Sosial tahun 1946 yang melanda pesisir Sumatra bagian timur di awal-awal kemerdekaan. Revolusi Sosial adalah gerakan sosial di Sumatera oleh rakyat terhadap penguasa kesultanan Melayu. Revolusi ini dipicu oleh gerakan kaum komunis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan dengan alasan antifeodalisme. Akibatnya terjadi mobilisasi rakyat yang berujung pada pembunuhan anggota keluarga kesultanan Melayu yang dikenal pro-Belanda.

Kiai Haji Zainul Arifin Pohan
200px-Zainul_Arifin

 

 

 

 

 

Lahir : Barus, Tapanuli Tengah, 2 September 1909
Wafat : Jakarta, 2 Maret 1963
Zainul Arifin adalah wakil perdana menteri Indonesia tahun 1953-1955 dan ketua DPR-GR. Ia gugur pada tahun 1962, saat salat Idul Adha ketika pemberontak DI/TII hendak berupaya membunuh presiden Sukarno.

Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting Suka
Jamin-ginting

 

 

 

 

 


Lahir : Suka, Karo, 12 Januari 1921

Wafat : Ottawa, Kanada, 23 Oktober 1974
Djamin Ginting awalnya bergabung dengan satuan militer Jepang. Djamin Ginting diangkat sebagai komandan pada pasukan bentukan Jepang itu. Pernah menjadi Panglima Kodam Bukit Barisan dan Duta Besar Indonesia untuk Kanada. 
Djamin Ginting diabadikan menjadi nama jalan di Medan, Sumatera Utara.

Dikutip dari berbagai sumber

Iklan

24 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s