Muara Bungo, Lain Dulu Lain Sekarang

“Muara Bungo itu sepi, nggak ada mall, nggak ada tempat hiburan, tempat pengasingan!”

Stigma itu begitu kuat menempel di pikiran kami para mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Palembang. Tidak henti-hentinya seorang dosen melecut semangat belajar kami agar memperoleh nilai yang bagus dan setelah lulus nanti dapat ditempatkan di kantor pajak yang berada di kota besar. Paling tidak kami dapat ditempatkan di ibukota provinsi di wilayah Sumbagsel seperti Palembang, Bandar Lampung atau kota Jambi.

Khususnya kota Muara Bungo, kota itu bersama dengan kota Tanjung Pandan di pulau Belitung dijadikan contoh “kota yang tidak layak dihuni” menurut versi dosen saya. Tentu saja karena dosen saya tidak terbiasa hidup di kota kecil yang fasilitas hidupnya tidak selengkap kota besar. Oleh karena itu ketika akhirnya ada beberapa kawan saya yang ditugaskan di kota ini yaitu Yadi dan Hadi, saya langsung mencecar mereka dengan pertanyaan kondisi kota yang menjadi ibukota Kabupaten Bungo tersebut. Jawaban mereka berbeda dengan claim dosen saya. Muara Bungo memang sepi, tetapi tidak sepi-sepi amat. “Di Muara Bungo nggak ada yang namanya suku Anak Dalam. Mereka hidup di hutan.” Itu jawaban Yadi atas pertanyaan konyol saya adakah suku Anak Dalam yang melaporkan pajak ke kantor pajak. Hahaha.. pertanyaan saya memang konyol.

Saya kemudian mengunjungi kota Muara Bungo awal tahun 2012. Saya memang tidak mengelilingi seluruh penjuru kota ini. Namun saya bisa mengambil kesimpulan jika kota ini tidak sepi. Muara Bungo terletak di tepi jalan lintas tengah Sumatera yang menghubungkan kota Jambi dengan kota Padang dan Pekanbaru. Kondisi jalan ini relatif ramai. Satu-satunya hal yang cukup unik adalah adanya rambu jalan hewan liar di jalan Teuku Umar tepatnya di depan KPP Pratama Muara Bungo. Awal tahun 2000-an di Muara Bungo masih terdapat beberapa hewan liar seperti rusa di beberapa ruas jalan di dalam kota.

Anggapan sepi tentang Muara Bungo semakin terbantahkan setelah saya dan istri berkunjung ke kota ini beberapa bulan yang lalu untuk keperluan dinas. Kami menginap di sebuah hotel berbintang di pusat kota yang berjarak dekat sekali dengan satu-satunya shopping mall di Muara Bungo, Permata Bungo Plaza. Hotel tersebut dilengkapi dengan kolam renang. Dari lantai satu hotel terdapat pintu akses langsung ke mall. Mall tersebut dulunya adalah sebuah minimarket biasa sebelum akhirnya bangkrut dan diambil alih oleh Hypermart.

Tepat di depan hotel terdapat sebuah taman kota yang cukup asri bernama Bungo Cyber Park. Ikon utama taman ini adalah patung sepasang angsa dan bunga bangkai, ikon provinsi Jambi. Di dalam taman  terdapat beberapa rumah makan, danau buatan plus perahu bebek dan pondok bersantai. Di ujung danau terdapat monumen kapal yang menggambarkan dahulu masyarakat Bungo bepergian ke kota Jambi menaiki kapal sebelum dibangunnya jalan lintas Sumatera. Di Bungo Cyber Park terdapat tempat duduk yang nyaman dan dilengkapi dengan WiFi untuk berselancar internet.

Dengan selesai dibangunnya bandara Muara Bungo, infrastruktur jalan yang bagus, hotel dan sarana pendukungnya, kota Muara Bungo akan semakin berkembang maju di kemudian hari.

Foto rambu jalan diambil dari sini.

Iklan

2 comments

  1. Tapi mas ya kota ini kalah jauh kalo dibandingkan dengan kota terbesar kedua di sumsel lubuk linggau. Kalo dibilang suram tinggal disini agak sedikit iya soalnya sedikit sekali tempat nongkrong. Bungo plaza belum bisa di sebut mal menurut saya. Pertama lantai 1 panas nak matilah. Tenan sedikit. Food courtny kurang. Update terbaru bandara avia star tutup penerbangan. Tinggal susi air bungo jambi.

    • ya bang, hypermart memang bukan mall, tapi masih mendinglah daripada bangko, sarolangun atau muara tebo 😀 itu cuma penilaian subjektif saya yang cuma beberapa jam di muara bungo.. makasih infonya bang 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s