Candi Klero, Jejak Peradaban Hindu di Semarang

Selain candi Gedong Songo di kecamatan Bandungan, kabupaten Semarang masih memiliki dua kompleks percandian lagi. Mereka adalah candi Ngempon di kecamatan Bergas dan candi Klero di kecamatan Tengaran. Sayangnya kedua candi ini kurang begitu terdengar gemanya seperti ‘kakaknya’ candi Gedong Songo yang telah populer sebagai salah satu tujuan wisata utama di Semarang.

Candi Ngempon berlokasi di desa Ngempon kecamatan Bergas. Letaknya di desa Ngempon sekitar tiga kilometer dari jalan Karangjati-Pringapus.

Candi Klero berlokasi di dusun Ngentak, desa Klero, kecamatan Tengaran, kabupaten Semarang. Dulu candi ini disebut candi Tengaran.  Candi ini dapat dijangkau dengan kendaraan umum atau pribadi. Jalan masuk ke candi ini terletak di jalan raya Semarang-Solo km.58 Tengaran tepatnya di pasar kecil desa Ngentak yang khusus menjual waluh (labu kuning). Pasar ini berlokasi sebelum jembatan besi sungai Serang di desa Tengaran jika Anda memulai perjalanan dari arah Semarang. Dari pasar Ngentak ada papan nama yang menunjukkan jalan ke arah Candi Klero. Cukup berjalan sekitar dua ratus meter saya sampai di depan Candi Klero.

Berbeda dengan candi Gedong Songo atau candi Ngempon yang terdiri dari beberapa buah candi, candi Klero hanya berupa sebuah candi tunggal. Selain itu di candi ini tidak terdapat relief seperti di candi lain. Hanya ada sebuah prasasti dalam tulisan Jawa Kuno di sebuah batu di pondasi candi.Pada lantai atas candi saya menemukan batu-batu berlubang mirip lumpang. Mungkin dulu dipakai sebagai tempat menancapkan tiang.

Di luar candi saya menemukan beberapa potongan batu dan sepasang lumpang dan alu. Batu-batu ini dikeramatkan oleh warga. Kurangnya informasi tentang candi ini membuat saya hanya bisa menebak siapa dan kapan candi ini dibuat.

Para ahli memperkirakan bahwa Candi Klero adalah candi agama Hindu. Ini diperkuat dengan adanya peninggalan berupa arca Syiwa dan yoni. Acra Syiwa telah dibawa ke BP3 Jawa Tengah di Semarang dan yoni masih tersimpan di bilik di bagian dalam candi. Konon tempat itu dikunjungi orang pada setiap Selasa Kliwon dan jumat Kliwon. Mereka kebanyakan berasal dari luar kota dan biasanya datang untuk berdoa. Tidak sedikit dari mereka yang menginap di bagian dalam candi tersebut.

Candi Klero berlokasi agak jauh dari pemukiman penduduk tetapi dekat dengan makam desa Klero. Masih banyak tumbuh-tumbuhan yang menaungi halaman candi sehingga suasana disini sangat asri. Oya, untuk masuk ke candi ini gratis.
Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s