Enam Jam Bangko – Sungai Penuh

Rabu 18 April 2012

Saya resmi dimutasi dari kantor lama di Bangko menuju Sungai Penuh. Saya harus bertukar posisi dengan pak Harianja pegawai kantor cabang Sungai Penuh yang akan pensiun tahun depan.

Selasa 17 April 2012

Saya terpaksa pulang kantor agak lambat karena harus menyelesaikan pekerjaan di seksi eksten sebelum saya pindah ke Sungai Penuh. Sebagai kado perpisahan saya memberikan sebuah mug sebagai kenang-kenangan kepada teman-teman satu seksi. Pada mug itu bergambar peta Jambi dan dibubuhi nama kota Padang Sidimpuan, Jambi, Karanganyar, Semarang. Itu untuk mengingatkan kawan-kawan kepada daerah asal masing-masing. Di mug itu saya tulis juga sebuah umpasa yang pernah dituliskan oleh kawan saya Hafiz yang berdarah Mandailing

Arti umpasa itu kurang lebih hampir sama seperti pantun Melayu kalau ada sumur di ladang boleh kita menumpang mandi bla bla(silakan lanjutkan sendiri).

Rabu 18 April 2012

Perjalanan dari Bangko ke Sungai Penuh biasa ditempuh selama enam jam naik minibus (travel). Ongkos sekali jalan adalah Rp 50.000,-  Sehari sebelumnya saya sudah pesan satu kursi di agen travel Alam Kerinci. Mobil yang saya naiki adalah semacam isuzu dengan kapasitas dua belas orang termasuk supir.

Benar kata Titin kawan saya yang dari Kerinci bahwa jalan menuju Sungai Penuh rusak berat. Kerusakan belum begitu terasa ketika keluar dari kota Bangko lalu melewati Renah Pembarap dan Sungai Manau. Jalan yang berliku-liku, menanjak,  berlubang, becek di kala hujan akan kita temui mulai daerah Pangkalan Jambu ke arah Sungai Penuh.

     

Di daerah Pangkalan Jambu kami berhenti di rumah makan Padang. Saya berkenalan dengan seorang ibu dari Jawa yang telah bertahun-tahun merantau di Kerinci. Beliau tinggal di Sanggaran Agung di tepi danau Kerinci.

     

Saat kami makan banyak kambing yang datang dan mendatangi kami seakan-akan kami akan memberikan sedekah kepada kambing-kambing itu. Ada seekor kambing yang datang mendekat pada kami dan tanpa malu-malu bermain-main dekat kaki.

Kelar makan kami melanjutkan perjalanan. Lepas Pangkalan Jambu hutan tropis  di kiri kanan jalan makin lebat dan saya melihat plang nama bertuliskan ucapan selamat datang di Taman Nasional Kerinci Seblat. Jalan semakin buruk dan menanjak.

Tidak lama kemudian mobil melintasi sebuah sungai besar dan ada gapura selamat datang di Kabupaten Kerinci yang telah rusak. Pemandangan berganti menjadi areal persawahan.

melintasi Danau Kerinci. Di Sanggaran Agung si ibu Jawa turun dari mobil.

Setelah melintasi danau Kerinci pemandangan sawah di kiri dan kanan jalan masih mendominasi.

Gapura Kota Sungai Penuh dari arah Danau Kerinci

Yihaa…sampai nih di Kota Sungai Penuh 😀

Jam Gedang ikon kota Sungai Penuh

Setelah menempuh perjalanan selama enam jam akhirnya saya tiba di kantor baru. Selamat datang di Sungai Penuh Kota Sakti.

KP2KP Sungai Penuh

Iklan

6 comments

      • ok thanks a lot, kalau bisa mah nomer telponnya skalian gan, aku ada niat mau naik kerinci, aku dari jawa (purwokerto) jadi ntar aku bisa pesen tiket dari sini, kalau ke jambi apa ke padang dulu kelamaan,, jadi aku rencananya dari purwokerto turun di bangko lanjut ke sungai penuh,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s