Danau Toba 4 : Balige-Samosir-Parapat

Setelah melewatkan malam di Balige saya meneruskan perjalanan darat ke Parapat lewat Tele. Dari Balige saya naik mobil L300 jurusan Tarutung turun di Siborong-borong. Dari Siborong-borong saya ganti mobil jurusan Sidikalang.

Ransel di atas minibus

Beberapa saat naik mobil kami berhenti makan di sebuah kedai di pasar Dolok Sanggul, Kab. Humbang Hasundutan. Beberapa penumpang turun untuk makan siang sedangkan saya lebih memilih untuk duduk-duduk melihat keadaan sekitar. Pandangan saya tertuju kepada makanan kecil berupa kacang goreng yang dijual di kedai makan tersebut. Kacang goreng atau yang di Sumatera Utara disebut sebagai kacang garing merupakan makanan kecil yang biasa dibelikan ibu saat saya kecil. Kacang ini biasa digoreng sangrai dalam periuk besar tanpa menggunakan minyak. Akhirnya saya membeli satu bungkus kacang Sihobuk untuk mengobati rasa nosatalgia saya.

Selesai para penumpang makan siang kami kembali naik mobil. Beberapa menit meninggalkan kota Dolok Sanggul mobil yang kami tumpangi pecah ban di pinggir areal persawahan. 😦

Selesai ganti ban kami melanjutkan perjalanan. Saya turun di gerbang selamat datang kabupaten Samosir di Tele. Dari situ saya harus melanjutkan perjalanan dengan menumpang mobil yang menuju arah Pangururan. Tidak berapa lama datang mobil dan saya segera naik. Jalan ke arah Pangururan berliku-liku dan menuruni bukit. Saya minta turun di menara pandang Tele.

     

Dari menara pandang Tele kita dapat melihat pemandangan danau Toba dan pulau Samosir dari ketinggian. Sangat menakjubkan ciptaan Tuhan! Tidak cukup kata-kata yang bisa ditulis untuk menggambarkan bagaimana keindahan danau Toba dari Tele. Anda harus datang sendiri ke Tele 🙂

Puas mengagumi indahnya danau Toba saya melanjutkan perjalanan ke Pangururan. Jalan menuju Pangururan sangat berliku dan menuruni bukit yang curam. Dari Pangururan yang merupakan ibukota kabupaten Samosir perjalanan dilanjutkan menuju Tomok. Sepanjang jalan saya melihat banyak makam-makam khas Batak, museum-museum dan ruma Bolon. Dengan sangat menyesal saya hanya bisa melewatkan itu semua begitu saja karena harus segera pulang ke Medan. Ah..saya akan kembali ke Samosir suatu saat nanti.

   

Dari Tomok perjalanan dilanjutkan dengan kapal wisata ke Ajibata membelah indahnya danau Toba yang dikelilingi pegunungan. Sampai di Ajibata telah siap sejumlah angkot jurusan Parapat. Dari Parapat saya naik bus ke Medan.

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s