Danau Toba 2 : TB Silalahi Center

Hujan baru saja reda ketika saya sampai di Balige. Dengan naik minibus dari Medan akhirnya saya tiba di Balige setelah menempuh perjalanan selama tujuh jam perjalanan. Tujuan saya di Balige adalah mengunjungi Museum Jejak Langkah TB Silalahi dan Museum Batak di kompleks TB Silalahi Center. Museum pertama yang saya kunjungi adalah Museum Jejak Langkah TB Silalahi. Setelah membayar tiket masuk saya segera masuk ke museum pertama.

Sebuah patung laki-laki berbaju dinas tentara berdiri di samping seekor harimau menyambut pengunjung di halaman museum. Tidak jauh di belakangnya terdapat sebuah helikopter dan mobil meriam berdiri dengan garang. Tiopan Bernhard Silalahi atau akhrab disapa TB Silalahi adalah orang yang berpengaruh sejak zaman Orde Baru. Dia dikenal sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada zaman Orde Baru. Lulusan Akademi Militer tahun 1961 ini memiliki jabatan terakhir Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal, tahun 1988. Selanjutnya beliau mengabdi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993-1998).

 

Museum ini dibangun sebagai sarana memotivasi generasi muda Indonesia khususnya kaum muda Batak untuk terus meraih cita-cita dengan melihat pengalaman TB Silalahi yang semasa kecil hidup miskin sampai akhirnya menjadi seorang jenderal.

Di dalam ruangan ini terdapat display yang menceritakan sejarah hidup TB Silalahi. Selain itu di ruangan ini juga terdapat benda kenang-kenangan milik TB Silalahi  seperti seragam dan pangkat-pangkat ketika di kemiliteran, ijazah, pakaian ketika menteri, bangku sekolah waktu di SR maupun benda kenangan yang diberikan oleh berbagai kalangan. Terdapat juga wajah TB Silalahi mengenakan baju adat berbagai suku bangsa di Indonesia seperti pakaian Jawa, Batak Toba, Mandailing dan Makassar.

Puas ‘dicekoki’ sejarah TB Silalahi saya keluar gedung dan melihat sebuah rumah berarsitektur Batak Toba tepat di samping museum. Rumah ini adalah sebuah prototipe ruma Bolon dengan ukuran dua kali lipat aslinya.

Di belakang ruma bolon kita dapat memandang panorama danau Toba.

Danau Toba

Kaki kemudian saya langkahkan menuju bangunan di sebelah kiri rumah bolon bertulis “Huta Batak”. Bunyi musik tradisional Batak begitu mengusik rasa penasaran saya.

Di dalam huta Batak diletakkan secara berhadap-hadapan rumah-rumah bolon. Meskipun bukan bangunan baru, bangunan disini masih di rawat dengan baik. Bunyi musik tradisional yang nyaring terdengar rupanya adalah musik gondang yang dipertunjukkan untuk mengiringi Sigale-gale, si patung menari.

manortor
Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s