STAN Palembang : Kenangan

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina, itulah hadis Nabi. Tetapi di Palembang ungkapan itu berubah menjadi tuntutlah ilmu sampai ke depan kuburan Cina. Kampus kami BDK II Palembang atau sering disebut STAN Palembang memang berlokasi di depan kuburan Cina Sukabangun kuburan terluas di Palembang. Kampus tempat kami menuntut ilmu selama kurang lebih satu tahun. Pergi menuntut ilmu meninggalkan semua keluarga dan kawan di pulau Jawa.

Tidak ada yang mudah untuk mencapai kesuksesan. Kampus STAN bukanlah kampus yang menawarkan kesuksesan dalam cara instan. Sebuah proses pendewasaan diri dimulai dari sebuah acara kampus bernama Dinamika (Studi Perdana Memasuki Kampus STAN); semacam OSPEK jika di kampus-kampus lain.  Acara tahunan yang menyelipkan unsur perpeloncoan. Ketika saya memilih untuk pura-pura sakit daripada harus mengikuti semua kegiatan Dinamika yang melelahkan fisik dan pikiran.

Rasa senasib sepenanggungan selama Dinamika menjadikan kami anak-anak kos tower menjadi sahabat dan saudara. Ada Rizal dari Sumedang, Danang dari Solo, Apib dari Boyolali, Ardi dari Jakarta, Faizal dari Magelang,  Agus dari Medan, Zulcky dari Bekasi dan Zainal dari Wonosobo. Semua menyimpan kelebihan, kekurangan dan bakat masing-masing.

Bentuk lain komunalisme; mencari kawan yang berasal dari satu daerah yang sama.

Jika hidupku adalah sebuah lukisan yang indah salah satu tinta itu adalah Palembang.

Kembali ke Palembang; pernikahan anak ibu kos.

Terimakasih Palembang, dirimu telah mengeluarkan kami dari manusia berlumpur menjadi manusia seperti permata.

Iklan

10 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s