In Memoriam : Andi Kabul Siregar

Andikabul Siregar

Pematang Siantar, 18 November 1988 – Pekanbaru, 26 November 2009

Beberapa bulan yg lalu lewat chatting di facebook aku bilang padamu aku akan traveling ke Aceh dan Sumatera Utara akhir taun, senangnya karena kau mau ngasih tumpangan menginap bahkan mau menemaniku “raun-raun” ke Parapat, di tepi Danau Toba.*)
….

Minggu, 15 Nov 2009 : 
buat pertama kali aku datang ke Pekanbaru karena ada diklat 
untuk sementara aku berencana menginap di kosan arzen
malam pertama di pekanbaru kau jemput aku, kau ajak aku keliling kota naik motor
ngebut ala sopir Siantar
“tak usah ngebut !” bilangku padamu tapi kau seolah tak peduli
dan kita terus melaju menerobos pekatnya malam.

Senin, 16 Nov 2009 : Hari pertama diklat pengelolaan barang milik negara di pekanbaru
kita rupanya sama2 terlambat dan terpaksa duduk di bangku terdepan.
saat perkenalan diklat, oleh tutor diklat, kau dibilang imut2 hehehe…
“Masih enam belas tahun ya?” tanya tutor…

Selasa, 17 Nov 2009 :
Hari kedua diklat kau duduk bareng Budi
siangnya kita ke kantor Dinas pariwisata Pekanbaru
buat minta peta sama brosur wisata Pekanbaru
kita ngebut lagi membelah jalanan pekanbaru
dan sampai akhir diklat aku berpikir semua hal berjalan seperti biasa

sampai akhirnya selepas diklat aku sms kau
bilang kalo mulai besok aku pengen pindah ke kosan kau
tapi tak kau balas.

Rabu, 18 Nov 2009, 00:45 :
hpku berdering, muncul namamu di layar hp
segera kuangkat, terdengar suara berat :
“Aku kecelakaan “
itu saja
terdengar suara orang mengangkat badanmu dan kau pun mengaduh kesakitan.
aku tak bisa tidur untuk beberapa lama

Harusnya ini menjadi hari yg istimewa buatmu
hari dimana kau merayakan ultah yg ke-22 tahun
tapi apa daya, kau harus terbaring lemah di rumah sakit ini

Kamis, 19 Nov 2009 :
Alhamdulillah, ku dengar kau udah siuman, sudah bisa mengenal orang yg menengokmu

Jumat, 20 Nov 2009 :
keadaanmu makin membaik dan dipindahkan di ruang perawatan
sehingga kamu nggak perlu berlama2 di ruang UGD
….

Senin, 23 Nov 2009 :
aku bareng alfin nengok kamu lagi
aku langsung menuju ruang perawatan di lantai 6
begitu disana kami keheranan karena tak menemukanmu disana
barulah kami tahu bahwa kamu baru aja masuk ke UGD karena pendarahan serius di otak
kami hanya bisa membantu menguatkan hati ibumu
dalam diam kami hanya bisa berdoa
semoga engkau menang menghadapi pertarungan maut ini.

Rabu, 25 Nov 2009 :
sore itu, selepas diklat, kami dan teman2 diklat melihatmu lagi masih terbaring koma 
kata ibumu, nasibmu sudah dipasrahkan olehnya
sedih hati kami. namun, kami yakin, rencana Alloh adalah yg terbaik bagimu

Kamis, 26 Nov 2009 : disaat kami sedang mengikuti diklat
tiba2 ada suara berat memberitahuku tentang keadaanmu
…………….hening…………….
kami begitu terperanjat mendengar kabar duka ini
tak terkira sedih hati ini kawan
perjuanganmu selama seminggu lebih berakhir sudah

acara diklat dipersingkat
dan kami segera menuju rs.st.maria pekanbaru
selamat jalan kawan
namun doa kami ‘kan selalu menyertaimu
semua kenangan bersamamu kan tersimpan di hati.

*) Kawan, aku telah membatalkan rencana jalan-jalanku ke Aceh dan Sumut di akhir tahun ini. Aku masih merasa sedih atas kepergianmu. Lagian waktu dan cuaca kurang memungkinkan aku pergi kesana.

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s