Subang Mas, Surga Tersembunyi di Batam

Sesuai dengan namanya, provinsi Kepulauan Riau memiliki ribuan pulau yang sangat indah. Salah satunya adalah pulau Subang Mas di kota Batam. Pulau ini terletak tidak jauh dari Jembatan Barelang 1.

Saya mengunjungi pulau Subang Mas dua tahun yang lalu saat mengikuti acara outbond yang diadakan kantor. Kami berangkat dari Tanjung Balai Karimun memakai speedboat carteran pukul delapan pagi. Sepanjang perjalanan kami melihat birunya air  laut dan indahnya pulau-pulau kecil di sepanjang perjalanan. Kapal kami lalu melintas di bawah Jembatan Raja Haji Fisabilillah (Barelang 1). Jembatan ini menghubungkan pulau Batam dengan pulau Tonton.

Jimmy lewat Jembatan Barelang
Jimmy lewat dibawah Jembatan Barelang :p

Setelah menempuh perjalanan selama dua jam kami sampai di pelabuhan Moondharhanna pulau Subang Mas. Pulau ini memiliki pantai yang sangat indah. Pantai Moondharhanna atau dulu dikenal sebagai pantai Permata berpasir putih bersih dipadu dengan air laut yang jernih berwarna gradasi biru toska. Di sekeliling pantai terdapat banyak pohon kelapa dan batu granit berwarna merah, ciri khas pantai di Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Di depan pulau Subang Mas terdapat pulau yang dikenal sebagai pulau  Tunjuk.

     

Pulau Subang Mas masuk dalam administrasi kelurahan Subang Mas kecamatan Galang kota Batam. Penduduk di Pulau Subang Mas berjumlah 60 kepala keluarga. Pekerjaan para penduduk kebanyakan adalah nelayan sementara para pemudanya lebih memilih merantau bekerja di pabrik-pabrik di pulau Batam. Di pulau ini baru ada sekolah dasar, yakni SD N 3 Galang. Sementara untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi mereka harus naik sampan ke pulau Air Raja di dekat pulau Subang Mas.

Setelah sampai di pulau Subang Mas kami mendirikan tenda dan makan  siang. Kemudian kami mengikuti acara outbond yang telah ditetapkan kantor sampai malam. Malam harinya kami menginap di tenda dan dan yang perempuan menginap di rumah penduduk. Karena malam hari hujan turun sangat deras dan petir menyambar-nyambar kami pindah semua ke rumah penduduk.

Bersama teman-teman kantor

Pagi harinya kami bangun dengan gembira karena hari itu adalah acara bebas. Setelah makan seafood yang sangat lezat dan minum air kelapa kami menghabiskan waktu dengan duduk-duduk di tepi pantai. Setelah bosan saya lalu bergabung dengan teman-teman berkeliling pantai sambil foto-foto. Sebagian bermain sepakbola di tepi pantai. Kemudian saya berenang menggunakan pelampung karena saya tidak bisa berenang hehe.

     

Berbicara tentang masyarakat Subang Mas untuk keperluan listrik dan air di Pulau Subang Mas sudah dipasang genset yang dikelola oleh koperasi. Setiap hari masyarakat dikutip Rp 3.000,- s.d. Rp 4.000,- untuk biaya listrik per hari. Listrik menyala mulai dari pukul 06.00 hingga pukul 23.00. Selama bulan puasa, pengelola koperasi menghidupkan listrik kembali pada pukul 03.00 hingga pukul 05.00. Yang menjadi keluhan warga adalah mahalnya harga kebutuhan pokok. Untuk berbelanja kebutuhan pokok mereka harus membeli ke Telaga Punggur. Sementara untuk transportasi dari Pulau Subang Mas ke Telaga Punggur ongkos pulang pergi Rp60.000.

Selain keindahan pantainya, Subang Mas menyimpan wisata sejarah. Disini terdapat makam Putri Dahlia seorang putri dari kerajaan Riau-Lingga yang meninggal karena perahu yang ditumpanginya tenggelam di pulau ini. Selain Putri Dahlia turut dimakamkan juga dayang pengasuh dan panglima yang mengiringi perjalanannya.

Menurut masyarakat makam ini muncul secara misterus karena sebelumnya tidak terdapat makam putri raja di daerah ini sebelumnya. Makam ini kemudian dikeramatkan masyarakat Subang Mas.

Sayangnya, kecantikan pulau ini kini kurang dilirik wisatawan. Beberapa tahun yang lalu memang sempat didirikan sebuah resort dan cottage di pantai Moondharhanna. Namun resort ini akhirnya tutup karena sepi pengunjung. Keganasan laut terutama pada musim angin utara sempat menelan korban hingga pengunjung pun akhirnya jarang datang kembali ke pulau ini. Transportasi untuk menuju pulau ini pun agak sulit. Jika dari pelabuhan Telaga Punggur, harus mencarter dengan biaya sekitar Rp 100 ribu. Belum lagi perjalanan yang bisa menghabiskan waktu sekitar dua jam untuk sampai ke pulau tersebut kadang diiringi dengan gelombang lautan yang lumayan besar. Sedangkan dari daerah Rempang Cate yang memiliki posisi dekat dengan pulau Subang Mas, jarang ada penduduk yang mau mengantar hingga ke Pulau Subang Mas. Akhirnya keindahan pulau ini hanya dinikmati sendiri oleh warganya.

Ohya..dalam perjalanan pulang dari Subang Mas saya mabuk laut. Mungkin karena terlalu banyak makan seafood.

*)  Foto makam Putri Dahlia diambil dari sini.

Iklan

30 comments

  1. Bang? Kami lagi liburan. Lagi nyari tempat yang seru. Kayanya pulau itu seru deh. Mau nanya buat biaya nya semuanya. Mulai dari speedboat pp . Sama biaya disana . Terus lama perjalanan totalnya sampai pulau itu berapa. Satu speed boat muat berapa orang yaa
    Makasih

  2. insallah di pulau ini akan berdiri pondok pesantren modern …yg di kelola oleh orang orang yg mampu sesuai kilmuanya. …semopga impian ini segera terwuju

    • Putri dahlia nama asli, ibu daik lingga, ayah penyengat dan nenek kerajaan malaka dan ada lagi situs lainnya makam syeh KH Mhd Ihsan al Mansuri asal arab jawa, mau berkunjung kesini kontak person ke pemilik island rahman Pantai moondharhana hp o82173221007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s