Jejak Timah di Pulau Kundur

Jika kita menyaksikan film Laskar Pelangi kita akan menemukan tiga profesi yang menonjol di film tersebut. Guru, karyawan timah dan nelayan. Dalam kehidupan nyata saya sering bertemu dengan karyawan timah ketika saya masih bekerja di Tanjung Batu.

Karyawan timah di Tanjung Batu bekerja di PT Timah Unit Kundur. Perusahaan ini berlokasi di desa Prayun kecamatan Kundur Barat kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Prayun bisa ditempuh dengan perjalanan naik mobil / angkot selama satu setengah jam dari Tanjung Batu. Pertambangan timah di Prayun dikuasai sepenuhnya oleh PT Timah. PT Timah mempunyai kuasa untuk melakukan penambangan baik di darat dan di lautan dengan luas total 522.640 hektar di Kepulauan Riau (pulau Karimun, Kundur dan Singkep) dan Kepulauan Bangka Belitung. Tidak heran jika PT Timah menjadi eksportir timah terbesar di Indonesia.

Suasana di Prayun tempat didirikannnya PT Timah hampir mirip dengan suasana di film Laskar Pelangi. Geliat pekerja di pabrik pengolahan bijih timah, kapal yang hilir mudik di pelabuhan, dan keramaian kompleks perumahan PT Timah. Seperti sebuah kota mandiri, di sekitar PT Timah dibangun berbagai fasilitas pendukung untuk karyawannya seperti perumahan dinas, sekolah, rumah ibadah, sarana olahraga dan rumah sakit.

Kolam renang di dalam kompleks timah

Butuh beberapa tahap pengolahan untuk mendapatkan logam timah batangan. Dimulai dari pencucian dan pemisahan bijih timah dari mineral lainnya dan ditingkatkan kadarnya hingga mencapai 70-72% sebagai syarat utama peleburan. Setelah bijih timah ditingkatkan kadar timahnya, bijih timah siap dilebur menjadi logam timah. Sebelum dilebur logam timah dimurnikan terlebih dulu biar kadar timbalnya rendah. Dalam proses peleburan PT Timah mengoperasikan 10 tanur atau tungku pembakaran, dimana 9 tanur berada di Prayun dan 1 tanur berada di Mentok pulau Bangka. Produk akhir yang dihasilkan berupa logam timah batangan dengan berat berkisar antara 16 kg sampai 30 kg per batang.

Logam timah batangan

Hampir sama dengan tragedi timah Belitong pada Laskar Pelangi, nasib timah di Prayun tidak jauh beda. Sejak kandungan timah di daratan Kundur berkurang berimbas ke volume pekerjaan di PT Timah Kundur. Hasil produksi timah telah melewati masa kejayaannya. Banyak karyawan di PT Timah diberhentikan atau dipindahkan ke Bangka Belitung yang produksi timahnya masih relatif banyak. Rumah-rumah untuk karyawan menjadi sepi. Kompleks sarana dan fasilitas milik PT Timah banyak yang ditinggalkan. Lubang-lubang bekas galian timah dibiarkan begitu saja menjadi danau yang airnya tidak bisa dikonsumsi. Masyarakat sekitar akhirnya memanfaatkan danau menjadi objek wisata.

Danau bekas tambang timah

Karena deposit timah di daratan Kundur mulai berkurang drastis, PT Timah memulai eksploitasi timah di lautan. Untuk mengambil timah di dasar laut PT Timah mengunakan kapal isap dan kapal keruk yang dilengkapi dengan “mangkuk” .Mankuk ini dapat beroperasi mulai dari 15 sampai 50 meter dibawah permukaan laut dengan kemampuan gali mencapai lebih dari 3,5 juta meter kubik material setiap bulannya. Untuk meningkatkan kapasitas produksi di laut, PT Timah membuat kapal isap dengan kemampuan gali mencapai 25 meter di bawah permukaan laut sehingga dapat menjangkau cadangan sisa dari kapal keruk.

Mangkuk untuk mengeruk timah
Mess timah Kundur

*)

Foto kolam renang dan danau diambil dari sini.
Gambar peta tambang timah dan penjelasan proses timah diambil dari sini.

Iklan

5 comments

  1. Perbedaannya dgn unit Timah dibangka belitung dulu,di Unit kundur tidak ada kesenjangan sosial antara masyarakat dgn karyawan Timah sendiri.semuanya berbaur.bahkan banyak karyawan Timah yg menikah dengan penduduk asli.Alhamdulillah juga sekarang komplek kembali ramai karena Unit Timah Kundur menjadi pusat dari kegiatan PT.Tambang Timah,anak perusahaan PT.TIMAH,Tbk.Salam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s