Tari Saman dan Gerakan Sholat

Dari sekian banyak kesenian khas Aceh bisa dibilang hanya tari saman yang benar-benar dikenal masyarakat awam sebagai tari khas Aceh. Tari saman sering muncul pada acara sekolah, kampus, acara kenegaraan bahkan sampai pada pembukan pesta olahrahga SEA Games. Kepopuleran tari saman di tingkat dunia juga atas promosi mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang mengikuti program pertukaran pelajar dengan mahasiswa asing.

Tari saman dimainkan oleh penari dengan jumlah ganjil. Biasanya mereka duduk rapat membentuk satu baris. Selain pemain ada juga satu orang penyanyi yang disebut syekh dan satu orang pengiring musik yang disebut rapai. Inti gerakan saman adalah gerakan tangan, tepuk tangan, tepuk dada dan geleng kepala. Keindahan tarian ini tampak ketika para pemain membentuk satu formasi gerakan badan, tangan, dan kepala secara seragam dan dinamis. Gerakan saman dimulai dari gerakan tempo lambat lalu lama-lama gerakan makin cepat dan akhirnya berhenti secara mendadak.

Tari Saman Gayo; sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Saman

Konon tari saman diciptakan oleh seorang ulama dari dataran tinggi Gayo, Aceh tenggara bernama Syekh Saman pada abad ke 14. Syekh Saman menciptakan tarian ini sebagai sarana dakwah Islam. Tarian ini bersifat sakral dan hanya dipentaskan pada saat peringatan hari-hari besar Islam misalnya hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Jika awalnya tari saman hanya dimainkan oleh penari pria, sekarang tari saman bisa ditarikan oleh wanita ataupun gabungan pria dan wanita. Fungsinya sekarang juga telah bergeser menjadi media hiburan masyarakat.

Perkenalan saya dengan tari saman berawal ketika saya bergabung dengan unit kegiatan mahasiswa di kampus STAN bernama Sabdanusa. Sabdanusa yang merupakan kependekan dari Sanggar Budaya Nusantara merupakan organisasi kampus yang peduli terhadap pelestarian seni budaya dan kesenian tradisional Indonesia meliputi seni musik,  tari dan teater tradisional.

Baru dua minggu bergabung Sabdanusa saya dan kawan-kawan ditawari menari saman untuk acara Hari Oeang Republik Indonesia (semacam hari ulang tahunnya Kementerian Keuangan) pada bulan November kemarin di gedung Kementerian Keuangan Jakarta Pusat. Persiapan kami hanya dua minggu sebelum pentas. Agak pesimis karena gerakan saman membutuhkan skill dan konsentrasi tinggi. Banyak dari kami termasuk saya sendiri yang sama sekali belum pernah menari saman. Setelah berlatih ekstra keras selama dua jam setiap hari selama dua minggu ditambah gladi dua kali akhirnya kami “berani” tampil untuk Hari ORI.

Dan inilah penampilan kami; tidak terlalu terlalu mengecewakan meski ada kejadian lucu saat ada  “Insiden Badri” 😀 .

Setelah melihat rekaman videonya baru saya sadari bahwa tangan saya terlalu naik ke atas pada waktu gerakan awal yaitu saat pemain pria berdiri di samping pemain wanita yang duduk. Selain itu menjelang akhir tarian ending gerakan kelompok penari pria di sebelah kanan tidak sama dengan kelompok kiri. Namun, kami cukup puas melihat sambutan penonton terutama Bapak Menteri Keuangan yang sangat bahagia melihat penampilan kami ( lebay 🙂 )

Foto bersama Menteri Keuangan RI 🙂

Beberapa pekan setelah tampil di Kementerian Keuangan, kami mendapat job tampil untuk acara wisuda D1 STAN BDK Pekanbaru dan Palembang di gedung student center kampus STAN.

Setelah tampil dua kali membawakan tari saman dan membaca tulisan Dewi kawan saya di blog pribadinya, barulah saya memahami makna luhur dibalik gerakan tari saman. Menurut Dewi sebagai sebuah tarian dari Aceh yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam tari saman rupanya mencerminkan nilai-nilai ibadah paling utama dalam agama Islam yaitu sholat. Posisi para pemain yang duduk rapat menggambarkan posisi saf ketika sholat harus rapat. Pemimpin dalam tari saman adalah syekh dimana penari bergerak mengikuti aba-aba dari syekh. Sama seperti ketika sholat makmum tidak boleh mendahului imam. Jika penari terdiri dari pria dan wanita maka penari pria duduk di depan penari wanita seperti ketika sholat laki-laki berdiri di depan perempuan. Singkat kata dalam tari saman terselip nilai kekeluargaan, toleransi, kekompakan dan kekuatan kaum Muslimin.

FYI, Tari Saman telah ditetapkan badan dunia UNESCO sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda Warisan Manusia di Bali pada tanggal 24 November 2011.

Iklan

3 comments

  1. Sedikit koreksi, tarian yg saudara tarikan itu sebenarnya bukan saman, tapi adalah reutoh duek, perpaduan tari likok pulo dan rapai. Tari saman sendiri tidak dimainkan dengan alat musik dan hanya dimainkan oleh kaum lelaki, hingga saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s