Menginap di Bandara (2)

Seperti cerita sebelumnya dimana saya bermalam di bandara Changi karena “tertipu” informasi di internet, untuk kali kedua saya harus menginap semalaman di Bandara Juanda Surabaya. Hari itu saya naik Citilink penerbangan GA 031 langsung dari Batam ke Surabaya jam empat sore. Saya berencana jalan-jalan ke Batu dan Malang sebelum pulang ke rumah orang tua. Ini pertama kali saya naik pesawat Citilink dan pertama kali pergi ke Surabaya lewat Batam. Semua barang bawaan berupa dua tas besar saya masukkan ke bagasi dan inilah awal malapetaka.

Boarding Pass

Saya memilih naik Citilink karena harga yang ditawarkan cukup murah. Begitu saya masuk pesawat saya cukup kagum dengan penampilan pramugari yang mengenakan kaus, celana pendek selutut dan sepatu kets. Sangat kasual dan santai.

Dua jam kemudian saya sampai di Surabaya. Saya bersama puluhan penumpang segera bergegas menuju belt terminal kedatangan untuk mengambil bagasi. Sekian lama menunggu kami kecele tidak menjumpai satupun bagasi dari pesawat kami. Beberapa orang eks penumpang kemudian menanyakan pada customer service Garuda di bagian Lost and Fund. Kami terkejut begitu tahu bahwa pesawat Citilink 031 tidak membawa bagasi apapun dari Batam. Penjelasan crew bahwa peristiwa ini baru sekali terjadi tidak dapat kami terima. Petugas juga tidak bisa menjelaskan mengapa bagasi penumpang satu pesawat ditinggal di Batam. Beberapa orang yang kemungkinan dari Madura nampak mulai emosi dan meluapkan kemarahannya dengan memaki-maki petugas.

Kami kemudian didata satu per satu dan dijanjikan bahwa bagasi akan diterbangkan dari Batam ke Surabaya keesokan harinya. Sebagian penumpang yang tinggal di Surabaya memilih pulang dan kembali ke bandara keesokan harinya. Sementara saya dan penumpang yang tinggal jauh dari Surabaya memutuskan untuk bertahan dan menginap sampai bagasi kami datang.

Saya kemudian sholat maghrib dan pergi makan malam di restoran di area bandara. Disitu saya bertemu dengan sebuah keluarga yang juga eks penumpang pesawat Citilink. Mereka tediri dari ayah, ibu dan dua anak berasal dari Pacitan Jawa Timur. Sambil makan saya berbincang-bincang dengan keluarga ini. Mereka mengaku akan tidur di anjungan bandara karena tidak mempunyai saudara atau teman di Surabaya.

Setelah makan saya pergi ke Tourist Information Centre  siapa tahu ada informasi tempat wisata yang tidak jauh dari bandara. Sambil meminta brosur dan peta wisata Jawa Timur saya diberitahu bahwa tidak ada objek wisata yang buka malam hari kecuali mall dan taman. Saya cukup galau karena tidak mempunyai saudara atau kawan yang tinggal di Surabaya. Setelah berkeliling bandara saya akhirnya bergabung dengan eks penumpang yang lain beristirahat di anjungan bandara dan tidur disitu beralaskan brosur yang saya dapat dari TIC.

     

Pagi-pagi saya bangun dengan tidak terlalu semangat meratapi bagasi saya 😦 .Baterai  hp saya habis dan saya kebingungan mencari tempat mengisi baterai. Saya kemudian menemukan tempat charge hp di luar tepatnya di tempat penitipan barang. Kemudian saya bertanya dimana tempat makan murah di bandara dan saya ditunjukkan sebuah kantin dimana banyak karyawan bandara mengisi perut disitu. Pergilah saya sarapan kesitu dan memang harga makanan disitu sangat terjangkau kantong dibandingkan dengan harga makanan yang berlipat-lipat di counter bandara.

Siap makan saya kembali ke terminal kedatangan menanyakan kepada petugas Garuda kapan bagasi kami akan sampai Surabaya. Kata petugas bagasi akan dibawa dengan dua pesawat Lion yang berangkat dari Batam. Bagasi diangkut dua kali dan kemungkinan pesawat Lion akan datang jam sembilan dan jam dua belas di Surabaya. Sambil menunggu saya kembali ke ruang penitipan barang dan mengobrol dengan petugas disitu.

Sekitar jam sembilan saya kembali ke ruang kedatangan dan akhirnya kecewa karena bagasi saya tidak ada disana setelah menunggu semua bagasi habis. Saya kemudian berbincang-bincang dengan karyawan bandara Juanda sambil berharap bagasi ada di pesawat Lion yang kedua. Sampai akhirnya tiba waktu ibadah sholat Jumat dan saya sholat disana bersama seluruh karyawan Bandara Juanda.

Masjid di lingkungan Bandara Juanda
Masjid di lingkungan Bandara Juanda

Habis sholat jumat saya kembali masuk ke area kedatangan dan menunggu pesawat Lion dengan harap-harap cemas. Akhirnya …. taraaa 🙂 bagasi saya berupa dua ransel besar kembali ke pelukan saya :p Begitu saya memperoleh kembali bagasi saya buru-buru ingin meninggalkan Bandara Juanda secepatnya. Saya naik bus Damri ke terminal Purabaya (eks Bungurasih) dan segera ganti bus jurusan Malang. Bye-bye suck-rabaya 😀

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s