Sabang, Wilayah Paling Barat Indonesia

Dari Sabang sampai Merauke
Berjajar pulau-pulau
Sambung menyambung menjadi satu
Itulah Indonesia
Indonesia tanah airku
Aku berjanji padamu
Menjunjung tanah airku
Tanah airku Indonesia

Lirik lagu di atas pasti sering kita dengar saat kita masih duduk di bangku sekolah dasar. Saya kemudian membayangkan tentang Indonesia sebagai negeri yang sangat luas dan juga indah. Negeri yang terbentang dari kota Sabang di ujung barat Aceh sampai ke kota Merauke di ujung timur Papua.

Kota Sabang terletak di pulau Weh. Untuk sampai ke  Sabang bisa dicapai dengan naik speedboat selama satu jam perjalanan dari pelabuhan Ulee Lheue (dibaca ulele) Banda Aceh ke pelabuhan Balohan Sabang. Jika kita membawa kendaraan bermotor bisa naik kapal feri dengan waktu tempuh dua jam perjalanan. Setelah sampai di kota Sabang kita bisa berkeliling pulau dengan menyewa motor dengan tarif lima puluh ribu rupiah selama satu hari penuh.

Di depan Kantor Walikota Sabang

Kota Sabang terdiri dari beberapa pulau dengan pulau Weh sebagai pulau terbesar. Di pulau Weh tepatnya di Ujong Ba’u terdapat Tugu 0 km Indonesia sebagai acuan titik paling barat wilayah Indonesia. Uniknya sebenarnya tugu ini dibangun bukan di wilayah paling barat Indonesia. Di sebelah barat pulau Weh masih terdapat sebuah pulau lagi yaitu pulau Rondo. Namun, karena pulau Rondo tidak dihuni oleh manusia titik paling barat Indonesia dimulai dari pulau Weh. Disamping itu di kota Sabang juga dibangun Tugu Sabang-Merauke sebagai kota paling barat di Indonesia. Tugu serupa katanya juga ada di kota Merauke, Papua. Keunikan Tugu Sabang-Merauke yang ada di kota Sabang adalah adanya huruf Jawa berbunyi “sa” pada  bagian atas tugu di bawah peta kota Sabang.

Tugu Sabang-Merauke di Sabang
Tugu 0 KM

Sepanjang perjalanan dari kota Sabang ke Tugu0 KM kita akan dimanjakan dengan pemandangan hutan tropis yang masih alami. Jalan menuju Tugu KM 0 berkelok-kelok dan menanjak dan akhirnya curam ketika akan sampai puncak. Di dekat Tugu 0 KM dapat kita jumpai babi hutan dan monyet liar. Harap berhati-hati dengan barang bawaan Anda. Disini terdapat cafe dimana kita  bisa membeli makanan untuk pengisi perut dan membeli souvenir sebelum meninggalkan tugu. Dari atas tugu kita bisa melihat indahnya Samudera Hindia dan di ujung barat tampak pulau Rondo. Karena terletak di atas bukit dan menghadap Samudera Hindia, angin yang menerpa disini cukup kencang.

Babi hutan
Cafe Ujoeng Nol
Pulau Rondo di kejauhan

Selain berfoto di Tugu 0 KM, kita bisa mengabadikan kenangan kita di Tugu 0 KM dengan meminta piagam kedatangan di Tugu 0 KM Sabang di dinas pariwisata kota Sabang. Cukup mengganti biaya cetak seharga Rp 15.000,00 kita akan mendapatkan piagam dari Walikota Sabang bahwa kita sudah pernah mengunjungi Tugu KM 0 🙂

Iklan

2 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s