Sabang, Balinya Orang Aceh

Tepat rasanya jika Sabang dianggap Balinya orang Aceh. Jaraknya hanya satu jam perjalanan laut naik kapal cepat dari pelabuhan Ulheleue (dibaca ulele) Banda Aceh ke Pelabuhan Balohan Sabang. Jika memakai kapal feri waktu tempuhnya adalah dua setengah jam. Jika pada tahun 2004 kota Banda Aceh dan pesisir barat Aceh hancur dilanda gempa dan tsunami, Sabang justru tidak terlalu terkena imbasnya karena gelombang tsunami terhalang palung dalam yang mengelilingi Sabang. Sabang banyak dikunjungi turis mancanegara dan domestik saat hari-hari biasa dan dipadati warga lokal Banda Aceh saat akhir pekan.

     

Ada banyak hal yang ditawarkan di Sabang. Mulai dari berkunjung ke Tugu 0 KM, melihat pantai-pantai cantik dan menikmati dunia bawah laut Sabang yang mempesona, melihat Danau Aneuk Laot, melihat gunung berapi bawah air di pantai Gapang, melihat air terjun dan bukit vulkanik dan masih banyak lagi. Bagi pecinta sejarah kita dapat mengunjungi bekas bunker Jepang di daerah Anoi Hitam. Untuk pecinta kuliner kota Sabang menyediakan makanan khas berupa kue kacang dan dodol Sabang.

Ada tiga pantai yang saya kunjungi waktu ke Sabang beberapa tahun  yang lalu. Diantaranya yaitu pantai Gapang, Pantai Iboih dan Pantai Kasih. Sebenarnya butuh waktu beberapa hari untuk mengeksplor semua objek wisata di Sabang. Karena waktu  saya hanya satu hari semalam di Sabang, saya hanya mengujungi tiga pantai tersebut ditambah jalan-jalan di pusat kota Sabang dan ke Tugu 0 KM.  Untuk mengelilingi Sabang kita bisa menyewa sepeda motor seharga Rp 50.000,- di Iboih atau Gapang untuk jangka waktu satu hari (dua belas jam). Cukup menyerahkan KTP kita akan langsung dipinjami motor dan helm. Pembayaran dilakukan setelah motor dikembalikan kepada pemiliknya.

Pantai Kasih

Pantai Kasih berlokasi di pusat kota Sabang. Karena menghadap ke arah barat yaitu ke Teluk Sabang, pantai ini cocok untuk menikmati suasana matahari terbenam. Pantainya cukup bersih dan sangat tertata rapi dengan pinggiran pantai tertutup semen. Waktu saya kesini angin bertiup cukup kencang. Selanjutnya saya ke Pantai Gapang dan Pantai Iboih.

Beningnya air Pantai Gapang 🙂

Pantai Gapang terletak di jalan menuju Tugu 0 KM. Air di pantai ini sangat jernih berwarna kebiruan. Pantai ini merupakan favorit turis asing untuk snorkeling dan menyelam. Di tengah laut tidak jauh dari pantai Gapang terdapat gunung berapi bawah laut yang selalu mengepulkan gelembung air. Karena tidak cukup waktu, tidak bisa berenang  dan tidak terlalu menyukai kegiatan snorkeling saya menghabiskan waktu di Pantai Gapang dengan hanya memandangi pantainya saja hehehe.

     

Habis dari Pantai Gapang saya menuju Pantai Iboih. Bisa dibilang inilah pantai paling ramai di Sabang. Selain melihat keindahan pantai yang berwarna biru kehijauan, kita bisa berenang, snorkeling, menyelam dan memancing. Disini juga ditawarkan berbagai paket wisata termasuk melihat lumba-lumba. Di depan pantai Iboih terdapat sebuah pulau yang dikenal dengan nama pulau Rubiah. Pulau ini juga merupakan tujuan snorkeling.

Malamnya saya menginap di sebuah cottage di Iboih seharga Rp 50.000/malam. Dengan harga cukup murah itu kita mendapatkan sebuah ruangan dengan satu bed ukuran king size. Kamar mandi terletak di luar cottage. Kelebihan  cottage ini adalah menghadap ke arah matahari terbit 🙂 Banyak makanan terutama seafood yang ditawarkan di Iboih. Saya membeli makan di sebuah kedai makan milik orang lokal sambil berbincang-bincang dengan pemilik kedai.

     

Pagi hari habis bangun tidur dan sholat subuh saya disambut dengan sunrise yang sangat indah dari balik jendela cottage. Sekitar jam 06.00 pagi saya sarapan dan mencari mobil untuk kembali ke Banda Aceh lewat pelabuhan Balohan.

Iklan

4 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s