Bangko, Little Vietnam*

Sudah sebulan ini saya pindah tugas ke Bangko, Jambi. Saya tidak pernah menyangka akan bekerja di kota ini. Namanya juga terdengar asing di telinga saya. Suasana kotanya jauh sekali jika dibandingkan dengan Jakarta, kota tempat saya tinggal selama setahun terakhir. Tapi walau bagaimanapun saya bersyukur bisa mengabdi kepada bangsa, dimanapun saya berada hehehe

Bangko adalah ibukota Kabupaten Merangin. Kabupaten ini dulu bernama Sarolangun Bangko (Sarko). Mulai tahun 1999 kabupaten ini dimekarkan menjadi kabupaten Sarolangun dan kabupaten Merangin.

Kota Bangko berjarak tidak kurang 250km dari kota Jambi. Bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama 5 jam naik mobil melewati kota Muara Bulian dan Sarolangun. Meski secara administrasi masuk wilayah provinsi Jambi, Bangko bisa diakses dari Padang (6 jam perjalanan) dan Kota Bengkulu (7jam).

Bangko termasuk kota kecil dengan penduduk sekitar 45.000 jiwa (2009). Bentuk kota ini adalah linier. Artinya keramaian kota ini terbentuk karena adanya satu jalan utama yang membelah kota, yaitu jalur lintas tengah Sumatera. Jalur ini menghubungkan kota Padang di sebelah utara dengan kota Lubuk Linggau di Sumatera Selatan. Sepintas kota Bangko mirip dengan Pangkalan Kerinci di Riau. Sama-sama kota linier dengan skala yang lebih kecil.

Panjang jalan utama kota Bangko hanya sekitar 5km. Jalan utama ini dibuat tiga jalur dengan satu jalur cepat di tengah-tengah dan dua jalur lambat di sampingnya. Suasana sebelum dan sesudah memasuki kota Bangko amat jauh berbeda dibandingkan suasana saat memasuki kota. Saat memasuki kota kita bisa melihat bangunan-bangunan, gedung kantor pemerintah dan toko-toko. Sedangkan suasana di luar gerbang kota Bangko adalah perkebunan dan hutan karet yang sunyi.

Hal yang agak aneh di kota ini adalah ketiadaan sarana transportasi umum di dalam kota. Warga Bangko mengandalkan kendaraan pribadi sebagai sarana transportasi. Setiap pagi saat jam masuk sekolah dan jam kerja, warga terbiasa naik mobil dan motor menuju tempat tujuan masing-masing. Saat siang ketika anak-anak pulang sekolah jalan-jalan ramai dengan kendararan pribadi terutama motor dengan berbagai jenis dan merk. Bisa dipastikan setiap rumah di Bangko mempunyai satu unit motor. Bagi yang tidak memiliki motor mereka biasanya mengandalkan jasa tukang ojek untuk mengantarkan ke tujuan. Ojek di Bangko beroperasi mulai pukul 6 pagi sampai dengan pukul 6 sore. Ongkos termurah sebesar Rp 3.000 untuk perjalanan sekitar 2KM. Untuk perjalanan antar kota warga biasanya memanfaatkan jasa travel yang mempunyai kelebihan jemput di rumah dan diantar sampai tujuan.

Satu lagi yang unik di Bangko adalah sedikitnya jumlah warga keturunan di sini meski masyarakatnya heretogen. Mayoritas penduduk adalah etnis Melayu Jambi, Minang dan Jawa. Apakah ini berimbas kepada perekonomian di Bangko yang tidak seramai kota-kota tetangga? Hm.. saya kurang tau. Yang jelas selama saya di Bangko jarang sekali saya melihat warga Tionghoa. Kalaupun pernah paling cuma satu dua.

*) Saya terinspirasi dengan kota-kota di Vietnam yang penduduknya lebih gemar naik motor daripada naik kendaraan umum sehingga jalanan di Vietnam penuh sekali dengan motor 🙂

Iklan

11 comments

  1. Maaf kritik sedikit soal yang katanya sedikitnya warga tionghoa berimbas pada tidak ramainya perekonomian, anda dapat menyimpulkan itu darimana, ada referensinya? Di Bangko memang jarang ditemui warga Tioghoa asli, karena mereka sudah berasimilasi dengan penduduk lokal. Terimkasih sukses terus.

    • terimakasih atas komennya, itu cuma asumsi kasar saya karena di muara bungo dan jambi yang lebih banyak orang keturunan lebih banyak … hehehe… mohon maaf sebelumnya 🙂

  2. untuk apa kota besar(maaf) kalau masih ada pengemis serta rumah kardus di kolong jembatan…
    mending kota kecil tapi suasana hati masyarakat besar…

  3. bulan kemarin aku dapat kiriman dari Majalah Tamasya + buku travel guide daerah Batam gara-gara …….. *sensor, biar penasaran* ….. . Dan di dalamnya ada ulasan tentang ini deh kayaknya …. *brb .. buka buku*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s